POJOKSATU.ID - Arus lalu lintas Lebaran selalu menjadi perhatian utama pemerintah setiap tahunnya.

Lonjakan kendaraan pribadi saat mudik dan arus balik membuat sejumlah ruas tol di Pulau Jawa mengalami kepadatan ekstrem, khususnya di jalur favorit pemudik.

Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol biasanya menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), contraflow atau lajur pasang surut, hingga kebijakan ganjil genap di sejumlah titik strategis.

Berikut rangkuman skema lalu lintas Lebaran yang biasa diterapkan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Tol Semarang-Solo, Tol Jagorawi, Tol Tangerang-Merak hingga Gerbang Tol Kalikangkung.

Baca Juga: Masjid Ki Marogan, Warisan Ulama Palembang yang Nyaris Tergusur Zaman

One Way Arus Mudik Tol Japek hingga Kalikangkung

Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau Tol Japek menjadi titik krusial arus mudik.

Setiap Lebaran, sistem one way nasional biasanya diberlakukan dari KM 70 Tol Japek (Karawang Barat) hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.

Skema ini membuat seluruh lajur digunakan untuk kendaraan yang menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kendaraan dari arah sebaliknya akan dialihkan melalui jalur alternatif atau dihentikan sementara.

Baca Juga: Dukung Ekskul E-Sport di Sekolah, Wapres RI dan Wagub Jabar Kunjungi SMP Santa Yusuf Bandung

Penerapan one way umumnya dilakukan saat volume kendaraan sudah melampaui batas normal dan diprediksi terjadi kepadatan panjang.

Kebijakan ini bertujuan mempercepat distribusi kendaraan menuju kampung halaman.

Selain one way, kebijakan ganjil genap juga kerap diberlakukan mulai dari Tol Karawang Barat hingga Kalikangkung.

Artinya, kendaraan dengan pelat nomor tertentu hanya boleh melintas sesuai tanggal yang ditentukan.

Contraflow Arus Mudik di Tol Japek

Sebelum one way nasional diberlakukan, biasanya petugas menerapkan contraflow atau lajur pasang surut di Tol Japek.

Contraflow dilakukan dengan memanfaatkan satu hingga dua lajur dari arah berlawanan untuk membantu kelancaran arus mudik menuju Cikampek.

Skema ini lebih fleksibel dan dapat dibuka-tutup sesuai situasi di lapangan.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Hybrid? Wajib Cek dan Persiapkan Ban, Begini Langkahnya

Penerapan contraflow biasanya dimulai dari KM 40 hingga KM 70 Tol Japek, tergantung kepadatan kendaraan.

Sistem ini dinilai efektif sebagai langkah awal sebelum pemberlakuan one way total.

Skema Arus Balik, Semarang-Solo dan Tol Japek

Setelah puncak arus mudik, fokus beralih ke arus balik.

Ruas Jalan Tol Semarang-Solo menjadi salah satu titik krusial karena menjadi jalur utama kendaraan dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

Baca Juga: Terkait Penutupan Wilayah Udara di Sejumlah di Timur Tengah, Pemerintah Didesak Lindungi Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia

One way arus balik biasanya diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung menuju KM 70 Tol Japek.

Skema ini kebalikan dari arus mudik, seluruh lajur diarahkan menuju Jakarta.

Sementara itu, Jalan Tol Jagorawi juga kerap mengalami lonjakan kendaraan saat arus balik, terutama dari arah Puncak dan Ciawi.

Rekayasa lalu lintas tambahan seperti contraflow bisa diberlakukan jika terjadi kepadatan signifikan.

Pengaturan di Tol Tangerang-Merak

Tak hanya jalur Trans Jawa, Jalan Tol Tangerang-Merak juga menjadi perhatian, terutama bagi pemudik dari Sumatera yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak.

Saat arus mudik dan balik, kepadatan biasanya terjadi di sekitar gerbang tol dan rest area.

Petugas menerapkan sistem buka-tutup serta pengaturan rest area untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Ganjil Genap dan Pembatasan Kendaraan

Kebijakan ganjil genap diberlakukan untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk ke ruas tol secara bersamaan.

Kendaraan non-mudik atau yang tidak memenuhi syarat dapat dialihkan ke jalur arteri.

Baca Juga: Perbedaan Gula Jawa, Gula Aren, dan Gula Semut untuk Masakan Ramadhan

Selain itu, kendaraan berat seperti truk sumbu tiga ke atas biasanya dilarang melintas pada periode tertentu demi kelancaran arus mudik dan balik.

Pemudik diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Korlantas Polri dan pengelola jalan tol sebelum berangkat.

Jadwal penerapan one way, contraflow, dan ganjil genap bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan.

Pastikan saldo e-toll mencukupi, kendaraan dalam kondisi prima, serta istirahat cukup sebelum berkendara jarak jauh.

Dengan memahami skema rekayasa lalu lintas Lebaran, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih matang dan terhindar dari kepadatan panjang di ruas Tol Japek, Semarang-Solo, Jagorawi hingga Tangerang-Merak.***