BOGOR.POJOKSATU. id - Di tengah berlangsungnya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi, kabar menggembirakan datang dari jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenhaj, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja para petugas haji Indonesia yang dinilai telah bekerja dengan baik dalam melayani para tamu Allah selama musim haji 2026.
Berdasarkan hasil pengamatan Inspektorat, performa petugas haji Indonesia 2026, khususnya yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara, mendapatkan nilai di atas 80.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji berada pada kategori memuaskan.
Baca Juga: PPIH Arab Saudi Pastikan Barang Jemaah Haji yang Meninggal Dikirim ke Daerah Asal
Irjen Kemenhaj Apresiasi Kinerja Petugas Haji Indonesia
Dendi Suryadi menyampaikan bahwa secara umum kinerja para petugas haji Indonesia telah berjalan dengan baik meski menghadapi berbagai tantangan selama operasional penyelenggaraan ibadah haji.
"Kalau performa petugas ya cukup memuaskanlah kalau dari pengamatan dari Inspektorat. Nilainya 80 ke atas lah," kata Dendi Suryadi di Jeddah, Minggu (14/6/2026).
Menurut dia, kelancaran berbagai layanan di bandara menjadi salah satu indikator keberhasilan para petugas dalam menjalankan tugasnya.
Mulai dari proses kedatangan jemaah, pengaturan bagasi, pelayanan keberangkatan menuju Tanah Air, hingga koordinasi dengan berbagai pihak di Arab Saudi dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: Gowes ke Mekkah Dimulai, Bupati Garut Lepas Asep Akung Bawa Misi Spiritual hingga Lingkungan
Kendala Tetap Ada, Tetapi Bersifat Minor
Meski memberikan penilaian tinggi, Irjen Kemenhaj mengakui bahwa selama operasional penyelenggaraan ibadah haji tentu terdapat sejumlah kendala dan kekurangan.
Namun, berbagai persoalan yang muncul tidak sampai mengganggu pelayanan secara keseluruhan.
"Kesulitan-kesulitan tentu ada, ada kekurangan-kekurangan, tapi sifatnya minor ya," ungkapnya.
Fakta ini menunjukkan bahwa para petugas mampu beradaptasi dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan di lapangan.
Pelayanan kepada jemaah haji memang bukan pekerjaan mudah. Dengan jumlah jemaah yang sangat besar serta mobilitas tinggi selama musim haji, koordinasi yang baik menjadi kunci utama.
Pengalaman Petugas Dinilai Sangat Penting
Menariknya, Dendi Suryadi menyoroti pentingnya kesinambungan dalam sistem perekrutan petugas haji Indonesia.
Menurut dia, pengalaman bertugas berulang kali akan membuat kualitas pelayanan semakin baik dari tahun ke tahun.
"Saya sih berharap petugas itu jangan sekali, karena sekali itu baru belajar. Yang kedua kali itu menerapkan ilmunya, yang ketiga kali memantapkan," jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jam terbang petugas memiliki pengaruh besar terhadap profesionalisme dalam melayani jemaah.
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin matang pula kemampuan petugas dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi selama operasional haji berlangsung.***
