POJOKSATU.ID — Program Internet Rakyat 2025, yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menjadi salah satu skema ambisius untuk memperluas akses internet tetap berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau.
Namun, pertanyaan kunci muncul daerah mana saja yang sudah atau akan terlebih dulu kebagian layanan Internet Rakyat ini?
Salah satu langkah awal pemerintah adalah melelang pita frekuensi 1,4 GHz selebar 80 MHz untuk penggunaan layanan akses broadband nirkabel (Fixed Wireless Access / FWA).
Baca Juga: Subsidi Internet Murah 2025! Program Internet Rakyat Hadir dengan Tarif Rp 100 Ribu dengan 100 Mbps
Menurut siaran pers Komdigi, frekuensi ini ditujukan untuk memperluas layanan internet tetap, terutama di wilayah yang belum terjangkau infrastruktur serat optik.
Meskipun pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz baru diumumkan pada Oktober 2025, jejak awal cakupan daerah Internet Rakyat sudah mulai terlihat.
Komdigi sendiri mendorong operator untuk memprioritaskan layanan di area daerah sebelum kota besar, agar alokasi infrastruktur lebih merata.
Berdasarkan laporan dari media dan observatorium digital, beberapa wilayah sudah mulai dilaporkan sebagai cakupan awal layanan Internet Rakyat.
Baca Juga: Bandung Kejar Target Olah 500 Ton Sampah per Hari, Warga Jadi Kunci Utama
Menurut Radar Semarang, salah satu penyedia Internet Rakyat (Surge) sudah membuka pendaftaran dan cakupan “saat ini sudah tersedia di Pulau Jawa dan Papua.”
Sementara itu, data dari GODISCOVER menyebutkan bahwa lebih dari 15.000 titik WiFi Internet Rakyat sudah aktif di berbagai wilayah di Indonesia.
Berdasarkan daftar GODISCOVER, beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Garut, Cimahi, Cianjur, Kecamatan Sumedang, hingga Tasikmalaya sudah memiliki sejumlah titik WiFi Internet Rakyat.
Di Jawa Tengah, kota-kota seperti Semarang, Surakarta, serta kabupaten Boyolali dan Klaten juga masuk daftar titik akses yang sudah tersedia.
Baca Juga: Hak Cuti ASN Berubah? Ini Perbedaan Waktu Libur PNS dan PPPK dalam Aturan BKN
Untuk Jawa Timur, wilayah seperti Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kabupaten Jember dilaporkan memiliki titik layanan Internet Rakyat.
Selain layanan umum untuk rumah tangga, pemerintah juga menargetkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari prioritas konektivitas.
Komdigi menyatakan bahwa 65 titik Sekolah Rakyat telah siap untuk mendapatkan koneksi internet cepat hingga 100 Mbps.
Contohnya, dua sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul dan SMA Sekolah Rakyat 20 Sleman.
Sudah resmi menerima jaringan internet cepat sebagai bagian dari program prioritas.
Walaupun ada titik awal yang menjanjikan, program Internet Rakyat belum merata di seluruh Indonesia.
Karena lelang frekuensi 1,4 GHz baru menyasar tiga regional dalam seleksi awal, masih akan butuh waktu bagi operator untuk membangun stasiun pemancar di seluruh pelosok.
Komdigi sendiri mendorong operator untuk mulai dari daerah yang belum terlayani dengan baik, sebelum masuk ke kota besar.
Selain itu, pembangunan infrastruktur tetap seperti FWA membutuhkan investasi tinggi terutama untuk menjangkau wilayah terpencil atau geografis sulit.
Setelah pemenang lelang diumumkan, tantangan berikutnya adalah memastikan operator memenuhi komitmen cakupan sesuai janji dengan pemerintah dan masyarakat.
Saat ini, beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sudah tercatat memiliki titik WiFi Internet Rakyat, serta program sekolah rakyat telah dimulai di DIY.
Meskipun cakupan belum menyentuh semua wilayah, khususnya di luar Jawa, rencana ekspansi tetap ambisius berkat lelang frekuensi 1,4 GHz yang digelar Komdigi.
Baca Juga: Peserta Magang Nasional Batch 2 Langsung Disuruh Kerja Tanpa On Boarding, Kenapa Bisa Begitu?
Internet Rakyat 2025 bukan sekadar janji ia sudah mulai hadir di beberapa daerah prioritas.
Namun, agar pemerataan digital bisa benar-benar terjadi, kerja keras dari operator dan pengawasan pemerintah akan jadi kunci utama agar semua lapisan masyarakat di seluruh Indonesia bisa merasakan manfaatnya.***

