Usai Rusia Kalah Perang, Pembantaian Sadis Terungkap di Bucha Ukraina, Puluhan Mayat Dibiarkan Berserakan di Jalan

Mayat mayat warga dibiarkan berserakan di jalan di Bucha Ukraina (net)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Puluhan mayat warga sipil berserakan di jalanan Bucha, Ukraina. Pembantaian sadis warga sipil ini terungkap usai pasukan Rusia meninggalkan Bucha karena kalah perang.


Wartawan BBC tiba di Bucha, Jumat 1 April, wartawan ini menemukan mayat dua warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia.

Pemandangan mengerikan juga terlihat di kota-kota satelit (penyangga) Ibukota Negara Kiev yang ditinggalkan pasukan Rusia.


Selain kehancuran infrastruktur yang parah, tentara Rusia ternyata melakukan kekejaman yang berpotensi menjadi bukti jahatan perang (bisa menyeret Putin dan petinggi militer Rusia ke Mahkamah Internasional).

Kondisi paling horor terlihat di Bucha, mayat-mayat berserakan di jalan.

Wartawan BBC tiba di Bucha, Jumat 1 April, menemukan mayat dua warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia.

Wartawan BBC Jeremy Bowen dan timnya menghitung total 13 mayat di sepanjang jalan antara desa Mria dan Myla.

Beberapa di antaranya mungkin tentara Ukraina.

Di Bucha, di mana seorang fotografer untuk kantor berita Reuters juga merekam mayat-mayat, lubang-lubang menganga dari blok-blok apartemen yang terkena tembakan dan mobil-mobil yang hancur berserakan di jalan-jalan.

Tiga tergeletak di tengah jalan, dan satu lagi tergeletak miring di halaman rumah yang hancur.

Paspor Ukraina terbuka tergeletak di tanah di sebelah orang yang tangannya diikat di belakang punggungnya dengan selembar kain putih.

Dua orang lainnya memiliki kain putih yang diikatkan di lengan atas mereka.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa orang-orang yang tewas itu mungkin terbunuh dalam pemboman atau ditembak oleh tentara Rusia, dan polisi akan menyelidikinya.

Tetapi Wali Kota Bucha, Anatoly Fedoruk, mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa semua dari 20 orang yang tewas ditembak di bagian belakang kepala.

Anatoly Fedoruk menambahkan bahwa mayat-mayat lain masih tergeletak di dalam reruntuhan mobil yang dihancurkan oleh penembakan.

Kota itu, kata Anatoly Fedoruk, telah mengubur 280 orang di kuburan massal akibat invasi Rusia.

Diketahui, tentara Rusia yang menderita kekalahan terpaksa mundur dari kota-kota satelit Kiev seperti Irpin, Bucha dan Hostomel.

Sebelumnya, kota-kota ini mengalami pengepungan dan pengeboman siang dan malam oleh pasukan Rusia.

Namun hingga ditarik mundur, pasukan Rusia gagal mewujudkan ambisi Presiden Putin di Ibukota Negara Kiev.

Usai kalah di ibukota negara Kiev, pasukan Rusia kini fokus mengepung dan membombardir kota-kota di selatan dan timur Ukraina.

Walikota Bucha, Anatoly Fedoruk menuturkan, jalan-jalan kota hancur dan dipenuhi dengan mayat.

Bahkan di satu jalan perumahan, setidaknya 20 mayat berpakaian sipil ditemukan hanya dalam beberapa ratus meter.

“Di Bucha kami telah menguburkan 280 orang di kuburan massal,” kata Fedoruk kepada AFP.

Sejumlah video dan foto yang menampilkan kehancuran Kota Bucha juga beredar di media sosial.

Satu foto memperlihatkan tubuh seorang lelaki dengan tangan terikat di belakang punggungnya, dan paspor Ukraina terbuka tergeletak di tanah di sampingnya. Seorang lagi mengalami luka di kepala yang menganga.

Dua tergeletak di dekat sepeda dan yang ketiga di sebelah mobil yang ditinggalkan. Beberapa berbaring telungkup, dengan anggota badan miring.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab kematian mereka. Namun diyakini mayat-mayat tersebut menunjukkan bahwa mereka telah meninggal selama beberapa hari. (ral/pojoksatu)