Berharap Pada Pihak Berwajib dan KBRI Baghdad, PMI di Irak: Cukup Kami Jadi Tumbal di Sini

Korban perkosaan
Ilustrasi

POJOKSATU.id, IRAK– Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban perdaganhan manusia berharap agar pihak berwajib mengusut tuntas para oknum yang tidak bertanggung jawab.


“Hentikan pengiriman PMI ilegal, cukup kami yang jadi tumbalnya di sini,” kata salah satu perwakilan PMI berinisial UN.

Ia mengungkap harapan itu lantaran memgetahui banyak tindak kriminal daripada pihak agensi dan para mafia.

Tambahnya, ia juga menekankan harapan  kepada KBRI Baghdad, agar menjadi lembaga pertama yang mendengar keluh kesah para PMI.


“Karena tanpa KBRI di tiap negara, kepada siapa para PMI akan berkeluh kesah, bantu kami yang tertindas,  teraniaya,” bebernya.

Keinginannya, pengiriman PMI ke Irak dihentikan.

“Usut tuntas para sponsor nakal yang berada di Irak,” tegasnya, Kamis (16/12/2021).

UN pun membeberkan fakta bahwa belum lama ini telah terjadi sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Irak dibawa kabur oleh sepasang kekasih agensi asal Indonesia dan Bangladesh.

Sepasang kekasih itu membawa para PMI ke Baghdad dengan janji pekerjaan lebih baik.

“Teman-teman saya diperkosa oleh supir yang membawanya,” katanya.

Para supir yang merupakan orang luar Irak itu, kata UN, kerap membawa orang kabur dari majikan.

“Dibolehkan ‘icip-icip’ sama oknum itu. Bahkan sampai lokasi penyekapan juga dilecehkan secara seksual,” beber UN.

Ia mengaku beruntung bisa kabur dibawa supir orang Irak, sehingga publik menganggapnya supir itu membawa keluarga.

“Diperkosa dalam perjalanan dari Ebil ke Kirikuk di semak-semak, terus dari Kirkuk di rumah,” jelasnya.

Selain itu, katanya, oknum PMI sekaligus agensi ini juga kerap menyekap dan menyiksa para PMI yang dibawanya kabur.

“Dia kerjasama dengan pacarnya orang Bangladesh, sama orang Irak,” jelasnya.

Perempuan ini, katanya, sudah beberapa kali diperingati pihak KBRI Baghdad lantaran PMI yang ia bawa kabur malah pergi ke KBRI.

“Kemarin juga digerebek. KBRI nyari-nyariin dia,” jelasnya

Lanjut UN, sejauh ini tidak ada yang berani melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

“Dia selalu lolos. Sudah dilaporkan ke BAI, lagi proses,” jelasnya.