Korban Tewas Angin Tornado Lebih 100 Orang, Joe Biden: Paling Mematikan Dalam Sejarah AS

Angin Tornado di Kentucky AS (reuters)

POJOKSATU.id, WASHINGTON – Angin topan menerjang empat negara bagian di Amerika Serikat (AS), namun Kentucky yang paling parah. Korban tewas diperkirakan lebih dari 100 orang di Kentucky saja.


Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan keadaan darurat di Kentucky setelah angin tornado memorak-porandakan negara bagian itu hingga menewaskan banyak orang.

Angin topan juga menerjang empat negara bagian lain, namun Kentucky yang paling parah. Korban tewas diperkirakan lebih dari 100 orang di Kentucky saja.

Sementara di Illinois, setidaknya enam pekerja perusahaan e-commerce Amazon dekat St Louis tewas tertimpa reruntuhan gudang. Beberapa pekerja lainnya hilang.


“Hari ini, Presiden Joseph R Biden Jr menyatakan keadaan darurat di Persemakmuran Kentucky dan memerintahkan bantuan Federal untuk mendukung respons Persemakmuran dan daerah karena kondisi darurat akibat badai parah, angin, banjir, dan tornado dimulai pada 10 Desember 2021 dan akan terus berlanjut,” kata Gedung Putih, Sabtu (11/12/2021) waktu setempat.

Tindakan darurat, termasuk bantuan dana dari pemerintah pusat akan diberikan ke daearh Breckenridge, Bullitt, Caldwell, Fulton, Graves, Grayson, Hickman, Hopkins, Lyon, Meade, Muhlenberg, Ohio, Shelby, Spencer, dan Warren.

Presiden AS Joe Biden juga mengatakan, serangkaian tornado yang berlangsung sejak Jumat malam merupakan salah satu yang paling mematikan dalam sejarah AS.

Dia telah membahas bencana ini dengan gubernur Arkansas, Illinois, Kentucky, Missouri, dan Tennessee.

“Ini tragedi, tragedi. Kami belum tahu berapa banyak nyawa yang hilang atau tingkat kerusakan total,” jelas Joe Biden.

“Saya ingin menegaskan apa yang saya sampaikan kepada semua gubernur, pemerintah federal akan melakukan segalanya, semua yang bisa mungkin bisa dilakukan untuk membantu,” kata Biden lagi.

Pada Sabtu dini hari Gubernur Kentucky Andy Beshear lebih dulu mengumumkan keadaan darurat dan meminta bantuan kepada Biden.

Angin tornado menerjang negara bagian itu sepanjang 320 kilometer, melumat apa saja yang dilewati. Beshear mengatakan korban tewas akibat topan sejauh ini lebih dari 70 orang, di mana Kota Mayfield merupakan daerah paling terdampak.

Di tempat lain pabrik lilin porak-poranda saat lebih dari 100 pekerja sedang beraktivitas. Sejauh ini 40 orang berhasil diselamatkan, sementara sisanya masih dalam pencarian. (ral/int/pojoksatu)