Ribuan Nakes Singapura Mundur Saat Covid-19 Melonjak

Ilustrasi. Ribuan nakes Singapura mundur karena Covid-19 melonjak.

POJOKSATU.id – Ribuan nakes Singapura mundur karena tak sanggup lagi merawat pasien Covid-19.


Ribuan nakes Singapura mundur setelah kelelahan merawat para pasien yang terinfeksi Covid-19.

Kasus Covid-19 di Singapura melonjak tajam beberapa hari terakhir. Dalam sehari kini tercatat kenaikan kasus Covid-19 di Singapura mencapai 2 ribu kasus.

“Tingkat pengunduran diri di kalangan petugas kesehatan meningkat,” kata Menteri Senior Negara Kesehatan Janil Puthucheary, Senin (1/11).


Sekitar 1.500 nakes Singapura mundur pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan dengan 2.000 per tahun sebelum pandemi.

Petugas kesehatan asing juga telah mengundurkan diri dalam jumlah yang lebih besar.

“Terutama ketika mereka tidak dapat melakukan perjalanan untuk melihat keluarga mereka kembali ke rumah,” tambah Janil.

Sejauh ini, hampir 500 dokter dan perawat asing telah mengundurkan diri pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 500 pada keseluruhan tahun 2020 dan sekitar 600 pada tahun 2019.

Pengunduran diri ini sebagian besar diajukan karena alasan lainnya yakni pribadi, untuk migrasi, atau pindah kembali ke negara asal mereka.

Janil mencatat bahwa bagi petugas kesehatan, sudah lebih dari 20 bulan terus-menerus melawan pandemi.

Sebagian besar dari mereka tidak dapat mengambil cuti sejak tahun lalu.

“Ini adalah proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Petugas kesehatan kami telah melampaui tenaga untuk merawat pasien,” tambahnya.

Untuk September, perawat bekerja rata-rata 160 hingga 175 jam per bulan.

“Saya menerima pesan WhatsApp dari anggota senior tim klinis. Para tim medis mengaku mereka semakin tegang, terlalu banyak bekerja, dan lelah. Semangat menurun,” kata Janil.

“Ada juga yang mengatakan rasanya seperti lari 2,4 km menjadi maraton, dan saat kami mencapai garis finis, kami harus berlari maraton kedua kali,” kata Janil.

“Solusinya, kami menjangkau lebih banyak sukarelawan untuk bergabung dengan SG Healthcare Corps. Kami bekerja sama dengan rumah sakit swasta untuk membantu meringankan sebagian beban petugas kesehatan di rumah sakit umum,” ucapnya.

“Kami meningkatkan perekrutan petugas kesehatan dari luar negeri,” kata Janil.

Ini berarti bahwa sistem perawatan kesehatan harus waspada dan siap selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan kekurangan SDM. Sehingga sulit bagi Kemenkes Singapura untuk menentukan berapa lama rumah sakit harus menanggung beban. (jawapos/pojoksatu)