Presiden Xi Jinping Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Roma, Makin Memperumit Hubungan China dan AS

Presiden Xi Jinping
Presiden Cina Xi Jinping dalam kongres Partai Komunis, hari ini Rabu (18/10/2017) (Foto: Xinhua)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Presiden China Xi Jinping dipastikan tak menghadiri pertemuan tingkat tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia. Ini semakin memperumit hubungan China dan AS.


Sesudah KTT G20, Xi Jinping juga tidak akan bergabung secara langsung dalam KTT Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia.

Dikutip dari The Straits Times, Xi Jinping belum meninggalkan China dalam 21 bulan terakhir.

Pada awalnya, banyak pihak berpendapat alasan Xi tidak bergabung secara langsung di banyak forum dunia lantaran Covid-19.


Tetapi baru-baru ini sejumlah analis mengatakan ada alasan selain Covid-19 yang membuat Xi tidak beranjak dari China. Salah satunya adalah pergeseran kebijakan Xi yang lebih fokus ke dalam negeri.

“China di bawah Xi, tidak lagi merasa terdorong untuk bekerja sama, atau setidaknya terlihat bekerja sama, dengan Amerika Serikat dan sekutunya dalam hal apa pun selain persyaratannya sendiri,” lapor The Straits Time.

Tetapi ketidakhadiran Xi Jinping dari panggung global tampaknya memperumit ambisi China untuk memposisikan dirinya sebagai alternatif kepemimpinan Amerika.

Terlebih, beberapa orang menyebut, China mengalami kemerosotan tajam dalam hubungan dengan banyak negara.

Ketidakhadiran Xi Jinping juga memperumit hubungan China dan AS karena kedua petinggi tidak memiliki kesempatan untuk bertemu.

Kemungkinan Xi fokus dalam kebijakan dalam negeri diperkuat dengan Kongres Partai Komunis tahun depan, di mana ia diperkirakan akan mengklaim lima tahun lagi sebagai pemimpin negara itu.

Akibatnya, diplomasi tatap muka menjadi prioritas yang lebih rendah daripada di tahun-tahun pertama Xi menjabat.(ral/rmol/pojoksatu)