Berikut 5 Sosok Ditengarai Pengganti Kim Jong-Un, Mulai Adik Perempuan Hingga Anak Usia 11 Tahun

Kim Yo Jong (kanan) saat membantu kakaknya, Kim Jong Un, menandatangani sebuah dokumen (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Lima sosok ini ditengarai sebagai nama-nama yang akan menggantikan Kim Jong-Un sebagai pemimpin tertinggi di Korea Utara. Salah satunya anak laki-laki usia 11 tahun.


Korea Utara dikabarkan tengah berburu mencari pengganti sang pemimpin, Kim Jong-Un. Kabar perburuan itu muncul di tengah isu menurunnya kesehatan pemimpin Korea Utara itu.

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (29/8/2021), Korea Utara tidak pernah mempublikasikan siapa yang nantinya akan mengikuti jejak Kim Jong-Un.

Pun tak pernah ada informasi mengenai anak-anak Kim Jong-Un.


Namun, selama ini, selalu ada seorang Kim di jantung ideologis negara itu.

Sudah ada 3 Kim yang memerintah Korea Utara dengan tangan besi. Mulai dari Kim Il Sung yang merupakan kakek Kim Jong-Un.

Kemudian ayah Kim Jong-Un, Kim Jong-Il. Terakhir Kim Jong-Un itu sendiri.

Karena itu diyakini penerus Kim Jong-Un juga akan berasal dari keluarga Kim. Lantas, siapa saja nama-nama yang berpotensi menjadi pengganti Kim Jong-Un.

1. Kim Yo Jong

Adik perempuan Kim Jong-Un ini menjadi sosok yang paling terlihat di sekitar sang pemimpin dalam beberapa tahun terakhir. Dia menjabat Wakil Direktur Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa dan secara tidak resmi menjabat sebagai kepala staf saudara laki-lakinya.

Kim Yo Jong dinobatkan sebagai anggota pengganti dari Komite Sentral Politbiro di Partai Buruh awal bulan ini. Hal itu melanjutkan pendakiannya dalam hierarki kepemimpinan di Korut.

Kim, yang diyakini berusia 32 tahun, memiliki kontrol yang kuat terhadap fungsi-fungsi partai kunci. Hal itu menetapkan dirinya sebagai sumber kekuatan utama di balik kepemimpinan kolektif.

“Kim Yo Jong akan menjadi basis kekuatan utama dengan kontrol organisasi dan departemen pembinaan, peradilan dan keamanan publik,” kata Cho Han-bum dari Institut Korea untuk Unifikasi Nasional.

2. Senior Partai

Sejumlah senior partai juga disebut-sebut berpotensi menggantikan Kim Jong-Un. Salah satunya yakni, Choe Ryong Hae yang merupakan presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi.

Selain Choe Ryong Hae, nama Pak Pong Ju juga muncul dalam radar. Pak Pong Ju merupakan anggota politbiro dan mantan perdana menteri negara yang mengawasi dorongan Korut untuk memperkenalkan lebih banyak fungsi pasar bebas untuk menghidupkan kembali ekonominya.

Kemudian ada juga nama Kim Yong Chol, wakil ketua partai dan mantan utusan nuklir utama, dan Menteri Luar Negeri Ri Son Gwon yang ditugaskan menangani masalah-masalah diplomatik termasuk pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara yang terhenti.

Mereka juga memiliki peran dalam KTT antara Kim Jong-Un dengan Presiden AS Donald Trump.

3.Kim Jong Chol

Kim Jong Chol adalah kakak lelaki Kim Jong-Un. Kendati demikian dia belum menjadi bagian dari kepemimpinan Korut.

Kim Jong Chol saat ini justru menjalani kehidupan yang tenang dengan memainkan musik, menurut Thae Yong Ho, mantan Wakil Duta Besar Korea Utara di London yang membelot ke Korea Selatan.

Kim Jong Chol diyakini tidak tertarik dalam kehidupan publik dan tidak mungkin muncul sebagai pemimpin utama.

Meskipun beberapa analis mengatakan dia mempertahankan hubungan dengan saudara kandung dan bisa memainkan peran yang lebih publik dalam kontingensi.

Sementara itu, bibi Kim Jong-Un, Kim Kyong Hui pernah menjadi figur yang kuat di lingkaran kepemimpinan ketika kakaknya Kim Jong Il memerintah negara.

Dia belum terlihat sejak suaminya, Jang Song Thaek – yang pernah dianggap sebagai pria paling kuat kedua di negara itu – dieksekusi pada 2013 oleh Kim Jong-Un.

Kim Kyong Hui telah lama sakit tetapi sempat muncul pada awal tahun ini di sebuah pertunjukan gala bersama keponakannya.

4. Kim Pyong Il

Nama Kim Pyong Il juga tahun lalu masuk dalam radar sosok pengganti Kim Jong Un. Kim Pyong Il masih termasuk anggota keluarga Kim, karena merupakan saudara tiri dari Kim Jong-il, atau paman tiri dari Kim Jong-un.

Kehadiran sosoknya kala itu dinilai bisa menghambat jalan bagi Kim Yong Jong menuju puncak kekuasaan di Korea Utara

Menurut Profesor John Blaxland dari Australian National University, kemunculan Kim Pyong Il ke pentas suksesi akan menarik perhatian.

“Hal ini jelas akan merumitkan langkah Kim Yo Jong, namun mengarah pada satu hal yang sudah diperkirakan: yaitu keengganan penguasa di sana untuk meninggalkan patriarki,” jelas Prof Blaxland kepada Debra Killalea dari ABC News.

Kim Pyong-il, 65 tahun, kini sudah kembali ke Korea Utara setelah lama bertugas sebagai diplomat di luar negeri.

Selain masih keluarga Kim, dia juga ‘diuntungkan’ karena berjenis kelamin pria, di negara yang sangat kuat menganut patriarki.

5. Generasi Keempat atau Anak Kim Jong-Un

Kim Jong-Un diyakini memiliki tiga anak dengan Ri Sol Ju. Menurut National Intelligence Service Selatan, anak bungsu Kim Jong-Un lahir pada tahun 2017.

Sementara, yang tertua adalah putra berusia 11 tahun.

Hal itu berarti salah satu dari ketiganya akan membutuhkan bantuan kerabat atau wali politik mereka jika mereka ingin menjadi pemimpin keturunan generasi keempat.

Kim Jong Il telah dipersiapkan selama 20 tahun untuk memimpin negara.

Sementara Kim Jong-Un hanya memiliki waktu lebih dari satu tahun karena kematian mendadak ayahnya karena stroke.

“Kim Yo Jong tidak mungkin mengambil alih kepemimpinan tetapi dapat membantu membangun rezim sementara sebagai pialang kekuasaan sampai anak-anak tumbuh dewasa,” kata Go Myong-hyun, seorang peneliti di Institut Studi Kebijakan Asia di Seoul.

“Dan Kim Jong Chol mungkin kembali untuk membantu untuk sementara waktu,” katanya lagi dilansir detikcom. (ral/int/pojoksatu)