Eks PM Afghanistan Ini Meyakini Taliban Sudah Berubah, Tak Akan Balas Dendam Pada Warga

Taliban

POJOKSATU.id, JAKARTA— Eks PM Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar optimis atas perubahan positif dari Taliban. Dia meyakini Taliban berubah, termasuk komitmen membentuk pemerintahan inklusif.


Pemimpin Partai Islam Afghanistan (Hezb-e Islami) Gulbuddin Hekmatyar ini tetap optimis atas perubahan positif dari Taliban.

“Taliban mengatakan mereka siap untuk merundingkan masa depan negara dan susunan pemerintahan, untuk bernegosiasi dengan para politisi, serta membahas pembentukan pemerintahan semua-Afghanistan,” ujar Hekmatyar kepada Sputnik, Selasa (24/8).

Mantan PM Hekmatyar merupakan satu dari tiga anggota dewan koordinasi yang dibentuk setelah Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus, dan Presiden Ashraf Ghani pergi keluar negeri.


Selain Hekmatyar, dewan koordinasi itu juga dibentuk oleh mantan Presiden Hamid Karzai dan Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah.

Mereka bertiga mengupayakan transisi damai, dengan melakukan negosiasi bersama Taliban.

“Saya bertemu dengan Taliban dan saya melihat perubahan pada mereka, mereka belajar banyak dan mendapatkan pengalaman,” jelasnya.

“Saya melihat beberapa perubahan dalam pandangan mereka, beberapa perubahan positif,” tambahnya.

Hekmatyar juga meyakini bahwa Taliban tidak akan melakukan balas dendam pada warga Afghanistan yang selama ini bekerja untuk pemerintahan Ashraf Ghani.

“Posisi Taliban berbeda. Seperti yang saya lihat, ketika Taliban datang, ada beberapa perubahan positif yang menginspirasi harapan untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

“Kita harus menunggu. Mereka siap membentuk pemerintahan inklusif menyusul kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi antar-Afghanistan,”  jelasnya lagi. (ral/rmol/pojoksatu)