Gedung Capitol Diserbu Pendukung Trump, Obama: Aib Besar Bagi Bangsa Kita

Trump dan Obama
Trump dan Obama

POJOKSATU.id, WASHINGTON – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyesalkan adanya kerusuhan di gedung Capitol Washington DC pada Rabu (6/1) yang dipicu oleh para pendukung Presiden Donald Trump.


Dalam penyataan yang dirilis di akun Twitter-nya, @BarackObama, ia menyebut insiden di gedung Capitol akan tercatat dalam sejarah Amerika sebagai sebuah aib besar.

“Sejarah akan dengan tepat mengingat kekerasan hari ini di Capitol, yang dipicu presiden petahana yang terus berbohong tanpa dasar tentang hasil pemilihan yang sah, sebagai momen penghinaan dan aib besar bagi bangsa kita,” kata Obama.

Obama mengatakan, selama dua bulan terakhir, sebuah partai politik, merujuk pada Partai Republik, dan media yang mendukungnya telah menolak untuk mengakui kenyataan bahwa Joe Biden telah menjadi presiden terpilih dan akan dilantik pada 20 Januari 2021.

Lebih lanjut, Obama mengatakan, para pemimpin Republik saat ini memiliki pilihan yang jelas.

“Sekarang, para pemimpin Republik memiliki pilihan jelas di kamar demokrasi yang telah dinodai,” ujarnya.

“Mereka bisa terus menyusuri jalan ini dan terus mengobarkan api yang sudah berkobar. Atau mereka dapat memilih kenyataan dan mengambil langkah pertama untuk memadamkan api. Mereka bisa memilih Amerika,” tambahnya.

Dalam pernyataannya Obama juga mengatakan, dalam beberapa hari, pekan, atau bulan ke depan, pemerintahan Biden akan berupaya untuk mengembalikan tujuan bersama bangsa.

“Ini tergantung pada kita semua sebagai orang Amerika, terlepas dari partai apapun, untuk mendukungnya,” pungkas Obama.

Diberitakan sebelumnya, massa pendukung Donald Trump mengamuk dan menyerbu gedung Capitol.

Massa mendobrak Gedung Capitol saat anggota kongres AS bersidang untuk menetapkan kemenangan Joe Biden di Pemilu AS.

Massa menduduki Capitol dan meneriakkan dukungan kepada Trump. Dalam insiden itu, seorang wanita tewas tertembak.

“Ya wanita yang ditembak di dalam Capitol dibawa ke rumah sakit daerah,” kata juru bicara Departemen Kepolisian Metropolitan DC, Dustin Sternbeck, dilansir CNN, Kamis (7/1/2021).

Sementara itu, Trump kini membela tindakan para pendukungnya yang menyerbu dan merusak gedung Capitol.

“Ini adalah peristiwa yang terjadi ketika kemenangan pemilu yang sakral luntur begitu saja dan dengan kejam dilucuti,” kata Trump di Twitter.

(one/pojoksatu)

Loading...