Beredar Surat Wasiat Napi ke Ibu Sebelum Disetrum Mati, Ini Faktanya

Jeremy Meeks dan surat wasiat
Jeremy Meeks dan surat wasiat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kisah seorang narapidana membuat surat wasiat untuk ibunya sebelum dihukum mati dengan cara disetrum viral di media sosial.

Kisah itu tertulis dalam sebuah kliping koran yang memuat isi surat wasiat dilengkapi dengan foto pria dengan baju berwarna oranye.

Kisah itu bercerita mengenai seorang pria yang menyesalkan pola asuh keluarganya, terutama ibunya, hingga akhirnya dia terlibat perampokan dan pembunuhan yang berujung hukuman mati. Berikut isinya:

Ibuku tersayang, jika hukum itu adil, saat ini juga kamu akan berada di sini. Duduk bersamaku menunggu untuk disetrum mati di kursi elektrik ini. Saya dinyatakan bersalah atau kejahatan yang kita lakukan bersama.

Ibu, ingat tidak waktu anakmu berumur 3 tahun? Akun mencuri permen kakak. Ibu tidak membetulkanku, ibu tidak bilang aku salah dan yang kulakukan itu tidak baik.

Aku juga ingat waktu berumur 5 tahun. Aku mencuri mainan tetangga dan menyembunyikannya di rumah. Tapi kamu bilang kepada mereka “mainan itu tidak ada di rumah”.

Ibu juga ingat dengan baik, ketika akun mencuri sepeda tetangga saat usiaku 17 tahun. Ibu tidak melaporkan bahwa aku sudah menjualnya. Ibu malah diam.

Ya, ibu sayang padaku, tapi ibu tidak membetulkanku dan malah memanjakanku. Itulah bagaimana semuanya berawal dan selesai perlahan-lahan sampai hari ini ketika saya disetrum karena perampokan dan pembunuhan.

Aku masih sangat muda, Ibu. Aku butuh perlindunganmu saja. Dan saat Ibu membaca surat ini, aku sudah mati. Salam, anakmu tersayang.

Dikutip Pojoksatu.id dari Tempo pada Rabu (18/19/2019), pria dalam foto itu adalah Jeremy Meeks, seorang mantan terpidana dari Washington, Amerika Serikat, yang kini menjalani karirnya sebagai seorang model.

Jeremy dijatuhi hukuman penjara pada 2014 atas kasus pencurian berat dan kepemilikan senjata api. Namun Meeks tidak dihukum mati.

Dikutip dari situs media Inggris, Mirror, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama 63 bulan atau 5 tahun 3 bulan terhadap Meeks.

Hukuman itu dikurangi menjadi 27 bulan atau 2 tahun 3 bulan oleh hakim yang ingin memberinya kesempatan karena tersentuh dengan surat-surat yang dikirimkan oleh penggemar Meeks. Sebuah agen pun akhirnya memberi Meeks tawaran sebagai model.

Kesempatan ini membuat hidup Meeks berubah total, dari sebelumnya anggota geng kriminal menjadi seorang super star. Ia resmi keluar dari tahanan pada Maret 2016 dan menjalani hari-harinya sebagai model.

Surat Wasiat

Kliping koran dan klaim soal surat wasiat untuk ibu telah beredar di media sosial sejak 2015.

Salah satu akun yang membagikannya adalah akun Succeed In Life Center-Malaysia pada 15 Desember 2015. Narasi yang ditulis oleh akun itu serupa dengan yang beredar saat ini di media sosial.

Saat itu, organisasi cek fakta Amerika Serikat, Snopes, telah memverifikasi narasi yang viral tersebut.

Menurut Snopes, surat itu dibagikan sebagai tuduhan atas pola asuh yang buruk, khususnya kegagalan seorang ibu untuk menegakkan kedisiplinan dan menanamkan kejujuran pada anaknya.

Namun, dalam surat itu, tidak terdapat informasi tentang identitas penulis, lokasi ketika ia menulisnya, atau kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Snopes tidak menemukan bukti bahwa surat itu benar-benar ditulis oleh seorang terpidana mati atau Jeremy Meeks yang tidak menjalani hukuman mati seperti klaim yang beredar.

(one/tempo/pojoksatu)

Loading...