Ternyata Ini Makna Tulisan di Senjata Brenton Tarrant, Pelaku Teror Selandia Baru

Selandia Baru
Pelaku teror yang diduga berkebangsaan Australia itu mengaku sebagai Brenton Tarrant di Twitter

POJOKSATU.id, SELANDIA BARU – Pada sejumlah senjata yang digunakan pelaku penembakan Masjid Al Noor di Christchurch Selandia Baru tampak beragam tulisan. Pelaku, Brenton Tarrant ternyata sengaja menulis senjata yang digunakan dan ada maknanya.


Seperti diketahui, Tarrant menyiarkan aksis terornya lewat facebook, Jumat (15/3/2019). Ia juga mengunggah senjata serta amunisi dan rompi bergaya militer di akun Twitternya beberapa hari sebelum melakukan aksi keji itu.

BACA JUGA: Keluarga Tanggapi Isu Penangkapan Mantan Kabareskrim Anang Iskandar dan Ketum PPP

Pria asal Australia itu menulis berbagai referensi pertempuran kuno serta sejumlah nama teroris dalam serangan terhadap Muslim lainnya yang terjadi beberapa waktu terakhir di senjata-senjata tersebut.

Dalam satu gambar dia menulis kalimat “Untuk Rotherham, Alexandre Bissonnette, Luca Traini”.


Bissonnette sendiri diketahui dijatuhi hukuman 40 tahun karena menembak enam orang hingga meninggal dunia pada tahun 2017 di sebuah masjid di Quebec.

Sedangkan Traini, seorang teroris Italia, menjalani hukuman 12 tahun penjara karena penembakan enam migran Afrika dalam serangan bermotif rasial pada Oktober tahun lalu.

BACA JUGA: Brutal! Pelaku Penembakan di Masjid Al Noor Warga Australia

Bukan hanya itu, pada sebuah senjata yang tampak seperti pistol, dia menulis “Ini compact migrasi Anda!”.

Teroris 28 tahun itu juga menulis sejumlah nama para pemimpin militer dan merujuk pada pertempuran kuno seperti pertempuran Pengepungan Acre 1189 dan Kekaisaran Ottoman termasuk perang 1863 di Wina dan perang 1877 di Shipka Pass.

Dikabarkan media Australia News.com.au, tulisan itu menyebut nama Feliks Kazimierz Potocki, bangsawan dan pemimpin militer Polandia pada akhir 1600-an, Charles Martel, seorang pemimpin militer Perancis dari tahun 700an.

Akun Twitternya sendiri kini telah ditangguhkan.

Teroris tersebut juga mengunggah manifesto online yang membahas alasan di balik serangan itu.

Dalam manifesto 73 halaman itu, dia menggambarkan dirinya sebagai orang kulit putih biasa.

Dia menjelaskan bahwa dia melakukan serangan untuk secara langsung mengurangi tingkat imigrasi ke tanah tanah Eropa.

“(Serangan dilakukan untuk) menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa, selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita,” tambahnya.

Tarrant mengungkapkan dia telah merencanakan serangan hingga dua tahun. Namun dipilihnya Christchurch sebagai lokasi penyerangan baru diputuskan tiga bulan lalu.

(rmol/fat/pojoksatu)