Isap Burung Dokter Andreas, Sesak Nafas, Innalillahi

Dokter Andreas
Dokter Andreas

POJOKSATU.id, JERMAN – Hubungan seksual dokter Andreas Niederbichler dan teman wanitanya berakhir tragis. Wanita berusia 38 tahun itu meninggal usai mengisap burung pak dokter (oral seks).


Akibat kejadian itu, dr Andreas harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap karena dianggap bertanggung jawab atas kematian teman kencannya.

Kepada polisi, ahli bedah plastik asal Jerman itu mengatakan bahwa dia sudah tiga kali melakukan hal serupa kepada wanita berbeda. Namun ketiga wanita itu tidak mengalami masalah.


Namun pengakuan berbeda disampaikan tiga wanita yang pernah dikencani dr Andreas. Mereka mengaku jatuh sakit usai melakukan hubungan badan dengan sang dokter.

Insiden tragis terjadi pada 20 Februari 2018. Saat itu, dr Andreas mengajak teman kencan online-nya untuk datang ke apartemennya di Halberstadt.

Wanita 38 tahun itu pun datang dan melakukan hubungan seksual dengan dr Andreas. Namun saat melakukan oral seks, tiba-tiba wanita itu sesak nafas dan pingsan.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawanya tak tertolong.

Dokter Andreas dituduh memberikan narkoba kepada korban tanpa sepengetahuan korban. Polis percaya, Andreas memiliki banyak korban lain Jerman.

Dokter Andreas Ternyata Kepala Dokter di RS Amoes

Dokter Andreas adalah seorang ahli bedah plastik dan rekonstruktif. Dia diangkat sebagai dokter kepala di Harzer Clinic di negara bagian Sachsen-Anhalt pada tahun 2016.

Menurut laporan terbaru dari media Jerman, dia adalah kepala dokter baru di Rumah Sakit Ameos di Halberstad.

Atasannya tidak mengetahui jika dr Andreas selama ini menggunakan situs kencan online untuk bertemu wanita demi memuaskan birahinya.

Jaksa mengatakan, seorang wanita berusia 38 tahun melakukan hubungan sesk dengan dokter Andreas di apartemennya di Halberstadt. Apartemen itu berada di dalam area klinik.

Jaksa mengatakan, dr Andreas memberikan kokain tanpa sepengetahuan korban. Dia pun dituntut dengan kerusakan fisik yang menyebabkan kematian.

“Para korban yang telah mendengar informasi itu mengakui bahwa mereka sakit setelah kencan dengan dokter,” ucap jaksa seperti dilansir Dailymail, Jumat (13/4/2018).

“Semua dari mereka menunjukkan reaksi karena penggunaan narkotika,” tambahnya

Para wanita itu mengatakan bahwa mereka rela melakukan seks oral pada diri sang dokter.

Tersangka tidak dipenjara tetapi dibawa ke unit ketergantungan obat yang aman. Di tempat itu, dr Andreas menjalani perawatan untuk mengatasi kecanduan narkoba.

(one/pojoksatu)