Studi: Korut Punya Lebih Banyak Material Bom Nuklir

pabrik bom nuklir korut
Citra satelit laboratorium radiokimia di pabrik nuklir Yongbyon di Korea Utara oleh Airbus Defense & Space dan 38 North dilepaskan pada 14 Juli 2017. (Foto Reuters)

POJOKSATU.id, WASHINGTON – Sebuah lembaga penelitian asal AS, Think Tank Amerika Serikat memprediksi Korea Utara punya lebih banyak plutonium (material bom nuklir) daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Berdasarkan laporan Reuters, bahan tersebut bisa digunakan untuk memperbesar persediaan senjata nuklirnya.

Hasil termuan ini berdasarkan adanya temuan foto citra satelit yang dilakukan oleh laboraturium radiokimia di pabrik nuklir Yongbyon pada Juni lalu.

Pemantauan tersebut dilakukan oleh Analisis 38 North, sebuah proyek pemantauan Korea Utara yang berbasis di Washiongton.


Ilmuwan tersebut mengatakan bahwa gambar fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon juga dapat mengindikasikan pengoperasian alat sentrifugal yang dapat digunakan untuk meningkatkan stok uranium yang dimiliki Korea Utara.

Gambar laboratorium radiokimia menunjukkan bahwa setidaknya ada dua siklus pemrosesan ulang yang sebelumnya tidak diketahui yang bertujuan untuk memproduksi sejumlah plutonium yang belum ditentukan.

Hal itu selanjutnya dapat meningkatkan cadangan senjata nuklir Korea Utara.

Tidak jelas apakah aktivitas termal yang terdeteksi di pabrik uranium adalah hasil operasi atau perawatan centrifuge.

Sebelumnya Korut mengkalim mereka melakukan sebuah tes tbom hidrogen pada bulan Januari 2016, namun beberapa ahli meragukan penyataan tersebut.

(mel/rmol/pojoksatu)