Parah, Reklame Wanita Berjilbab Jadi Objek Pelecehan Seksual

Reklame wanita Berjilbab
Reklame wanita berjilbab jadi objek pelecehan seksual

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR- Reklame berbentuk tubuh wanita berjilbab yang dipasang di SPBU milik Shell di Malaysia dijadikan sebagai objek pelecehan seksual.

Beberapa pelanggan Shell memperagakan adegan seksual terhadap gambar tersebut. Pelanggan diduga hanya bercanda. Namun hal itu memicu kemarahan pihak Shell.

Seperti dilansir AFP, Selasa (4/7/2017), Shell menarik reklame tersebut. Perusahaan minyak asal Belanda itu menarik seluruh reklame yang ditempatkan di SPBU di Kuala Lumpur.

Shell menilai aksi dalam foto-foto yang beredar beberapa hari terakhir di media sosial, sebagai tindakan yang tidak menyenangkan.


Mereka menegaskan perilaku itu tak bisa dimaafkan, danĀ  jelas bertentangan dengan budaya Malaysia, serta nilai-nilai yang dijunjung Shell.

Dalam reklame tersebut, tergambar seorang pegawai wanita mengenakan kaos merah dengan logo Shell di dada, dipadu celana panjang, dan jilbab hitam. Wanita itu tersenyum sambil mengacungkan ibu jarinya, seolah menyambut kedatangan pelanggan di SPBU.

Namun reklame itu justru dijadikan bahan candaan. Beberapa foto menunjukkan pria gundul berbaju hijau mencium pipi sosok wanita dalam reklame tersebut.

Tak hanya itu, ada pula pria berhelm tampak merangkul sosok dalam reklame itu, sambil tangan kanannya memegang payudara perempuan tersebut.

Sosok wanita dalam reklame itu diketahui bernama Nor Shafila Khairusalleh (25). Ia bekerja di salah satu SPBU Shell di Malaysia.
Dia protes dengan ulah para pelanggan. Ia menyebut, ulah pelanggan itu sebagai perilaku yang ekstrem dan menghina.

“Mereka mungkin hanya bercanda, tapi saya merasa terhina. Meskipun itu hanya sebuah gambar, tapi itu adalah saya,” ucap Nor Shafila seperti dilansir mStar.

(one/pojoksatu)