Presiden Venezuela: Twitter Ekspresikan Fasisme

nicolas maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro

POJOKSATU.id, CARACAS – Presiden Veneuela Nicolas Maduro menyebut Twitter ekspresikan fasisme. Hal tersebut diungkapnya setelah akun yang terkait pemerintahannya ditangguhkan oleh Twitter.

Beberapa waktu lalu, beberapa akun Twitter pemerintahan Nicolas memang ditangguhkan. Salah satunya akun Twitter milik Radio Miraflores, sebuah stasiun radio yang didirikan Nicolas yang disiarkan langsung dari istana kepresidenan, termasuk program musik salsa yang dibawakan oleh presiden.

“Twitter di Venezuela hari ini menonaktifkan ribuan akun orang,” kata Nicolas dilansir Reuters, Senin (19/6).

“Cukup untuk menjadi Chavistas,” kata Nicolas yang menggunakan istilah tersebut untuk pendahulunya Hugo Chaves yang merupakan pemimpin sosialis.


Chaves seorang pelopor di kalangan politisi dalam penggunaan Twitter. Ia telah mengumpulkan jutaan pengikut. Bahkan saat ini pengikutnya mengalahkan pengikut Nicolas yang hanya sekitar tiga juta. Pengikut Chaves mencapai empat juta.

Karena kesal, Nicolas meminta jurnalis pro-pemerintah untuk mempublikasikan foto-foto kepala Twitter di Venezuela, untuk menunjukkan kepada masyarakatnya siapa yang bertanggung jawab atas manipulasi tersebut.

Namun sayang, belum diketahui pasti, apakah Twitter memiliki karyawan di Venezuela. Bahkan kontak yang terdaftar di situs korporat Twitter tidak membalas permintaan surel untuk berkomentar. Dan perusahaan tidak mencantumkan Caracas sebagai salah satu kota yang memiliki kantor internasional.

Terpisah, Menteri informasi Ernesto Villegas mengatakan ada 180 akun yang ditangguhkan Twitter. Namun, belum jelas mengapa akun-akun tersebut ditangguhkan.

Villegas mengatakan cuitan terakhir akun @miraflores_TV melaporkan komentar Nicolas tentang Wakil Presiden Mike Pence. Sedangkan aturan dalam Twitter menyebutkan, sebuah akun bisa ditangguhkan antara lain karena perilaku yang kasar, mengganggu keamanan, atau spam.

(ra/pojoksatu)