Donald Trump Salahkan Obama Atas Serangan Kimia Rusiah


POJOKSATU.id, WASHINGTON — Presiden Donald Trump salahkan Obama atas serangan kimia Rusia. Trump menilainya sebagai bentuk kelemahan Obama yang menyebabkan serangan senjata kimia yang dilakukan pemerintah Rusiah. Padahal Sekretaris Negara mengatakan Rusia dan Iran bertanggung jawab atas kematian korban yang menewaskan 58 orang itu.

Dalam serangkaian pernyataan bernada keras, administrasi Trump berusaha untuk menyampaikan respon terhadap serangan di Suriah yang dikuasai pemberontak Idlib utara. Trump mengatakan serangan terhadap orang-orang yang tidak bersalah tidak harus diabaikan dari perhatian dunia.

“Tindakan keji oleh rezim Bashar al-Assad adalah konsekuensi dari kelemahan administrasi dan ketidaktegasan di masa lalu,” kata Trump seperti dilansir Time, Rabu (5/4) waktu setempat.

Obama pernah memberi ultimatum kepada pemerintah Assad bahwa penggunaan senjata kimia dalam situasi apapun akan menerima konsekuensi. Sayangnya konsekuensi itu tidak pernah datang, hingga berkembang lebih rumit dengan munculnya kelompok-kelompok radikal seperti Jabhat al-Nusra, dan kemudian kelompok Negara Islam.

Menteri Luar Negeri Rex Tillerson turut menyalahkan Rusia dan Iran selaku sekutu Assad paling kuat. Tillerson meminta kedua negara tersebut menggunakan pengaruh mereka pada Assad untuk mencegah serangan senjata kimia di masa depan.

Dia mencatat Rusia dan Iran memiliki peran dalam membantu menengahi gencatan senjata melalui perundingan diplomatik yang telah terjadi di ibukota Kazakhstan Astana.

“Sebagai penjamin gencatan senjata yang telah dinegosiasikan di Astana, Rusia dan Iran juga memikul tanggung jawab moral yang besar atas kematian korban serangan kimia,” kata Tillerson.

Serangan kimia di Khan Sheikhoun di provinsi Idlib lalu, diyakini telah menewaskan puluhan orang. Salah satu aktivis Suriah menggambarkan serangan itu sebagai serangan terburuk dalam perang saudara di negara itu dalam kurun enam tahun.

(mia/pojoksatu)

Loading...