AS Bela Mati-matian Israel

ilustrasi

POJOKSATU.id, WASHINGTON – Amerika Serikat akan membela mati-matian Israel. Untuk itu, AS tidak akan membiarkan Israel terus ditekan dan dipojokkan di forum internasional.

Demikian sikap Washington yang diwakili Duta Besar Amer­ika Serikat untuk PBB Nikki Haley dalam forum American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Dalam forum tahunan pro-Israel terbesar di Negeri Paman Sam itu, Haley berjanji akan membela apa pun tindakan yang diambil Tel Aviv.

Sikap ini sangat bertolak bela­kang dengan pemerintahan Presi­den Barack Obama, yang banyak mengkritik langkah Israel yang terus menduduki tanah Palestina.

Dalam forum ini, Haley meny­inggung tentang abstainnya AS dalam voting Dewan Keamanan PBB pada Desember 2016. Saat itu, DK BBB berhasil mengadopsi Resolusi 2334 mengenai pengh­entian permukiman Israel dikare­nakan AS tidak menggunakan hak vetonya. Padahal sebelumnya AS selalu menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan resolusi PBB yang menyudutkan Israel.

“Kita tak pernah memiliki seorang teman yang lebih hebat daripada Israel,” tutur Haley, dilansir AFP, kemarin.


“Melihat Israel ditekan dan di­pojokkan di forum internasional membuat hati kami sakit,” ujar Haley.

“Apa yang bisa saya katakan adalah semua orang di PBB takut membahas dengan saya mengenai Resolusi 2334,” cetus Haley yang kemudian disambut meriah para undangan kelompok lobi pro-Israel tersebut.

Haley menegaskan, abstain­nya AS dalam voting DK PBB mengenai Israel tak akan pernah terjadi lagi.

“Dan saya ingin mereka tahu, ya itu telah terjadi tapi itu tak akan pernah terjadi lagi. Hari-hari penyerangan Israel berakhir sudah,” tegasnya.

Dalam voting DK PBB pada Desember 2016, dengan abstain­nya AS, maka untuk pertama ka­linya sejak tahun 1979, DK PBB bisa mengadopsi resolusi yang mengecam kebijakan permukiman Israel di wilayah Palestina. Saat itu tepuk tangan para diplomat berge­muruh di ruang voting DK PBB setelah resolusi mengenai laran­gan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina itu, mendapat dukungan dari semua negara anggota DK PBB.

Putusan mengejutkan itu terja­di meski sebelumnya pemerintah Israel dan Presiden terpilih AS Donald Trump berupaya keras untuk menggagalkan resolusi tersebut. Sebelum voting dimu­lai, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah men­desak AS untuk menggunakan hak vetonya guna menggagalkan resolusi. (RMOL)