Presiden Korea Selatan Lambaikan Tangan Saat Meninggalkan Blue House

POJOKSATU.id, SEOUL — Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye meninggalkan Blue House setelah Mahkamah Konstitusi Korsel menyetujui pelengserannya dari kursi presiden.

Presiden perempuan pertama Korsel itu keluar dari kompleks istana kepresidenan di Kota Seoul Minggu (12/3) sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Kim Dong-jo, jubir kepresidenan, menyatakan bahwa Park pulang ke kediamannya di kawasan selatan ibu kota setelah berpamitan kepada seluruh staf istana kepresidenan.

Dikawal ketat oleh polisi dan pasukan pengamanan, Park menyunggingkan senyum dan melambai ke arah massa berjajar di pinggir jalan. Mereka menyaksikan iring-iringan mobil dan sepeda motor polisi yang mengantar putri sulung mendiang Presiden Park Chung-hee tersebut menemui takdir barunya sebagai warga sipil. Ada yang menitikkan air mata. Namun, ada pula yang tertawa bahagia.

”Saya minta maaf karena tidak bisa menuntaskan mandat yang rakyat berikan,” kata Min Kyung-wook saat membacakan tulisan perpisahan Park. Sampai MK membacakan putusannya pada Jumat (10/3), politikus yang belum pernah menikah itu sebenarnya sangat yakin panel delapan hakim berpihak kepadanya. Bahkan, dia sempat meramalkan perdebatan sengit di MK karena suara pro dan kontra Park imbang.


Namun, fakta berkata lain. MK tidak berpihak kepada Park. Jumat lalu, delapan hakim MK kompak melengserkan perempuan berambut pendek tersebut. Park yang menyaksikan semua itu dari layar kaca langsung terdiam. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari televisi. Bahkan, dia harus menelepon salah seorang ajudannya untuk memastikan keputusan MK memang berlawanan dengan harapannya.

Kemarin, di hadapan ratusan pendukungnya, Park kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Untuk kali pertama sejak nonaktif pada Desember lalu, alumnus Sogang University tersebut angkat bicara tentang skandal yang menimpanya. ”Semua itu butuh waktu. Tapi, saya yakin kebenaran akan terungkap,” ujarnya.

(c22/pojoksatu/jpg)