Kacau! Arab Saudi Dituduh di Belakang ISIS Lantaran Terjemahan Bing

Presiden Barack Obama Dan Raja Saudi, Salman Bin Abdulaziz (Antara Foto/Reuters/Jim Bourg)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kesalahan mesin pencari Microsoft Bing menerjemahkan kata-kata Daesh (ISIS) menjadi Arab Saudi. Kesalahan ini memicu spekulasi yang menyatakan Arab Saudi berada di balik ekstrimis ISIS.

Kerajaan Arab Saudi pun sangat marah atas kesalahan teknis tersebut. Tak hanya kerajaan, warga Arab Saudi juga marah. Muncul seruan untuk memboikot Bing.

Seperti dilansir RT, Selasa, (30/8), tak seorang pun mengharapkan mesin penerjemah itu sempurna. Namun kesalahan yang dilakukan oleh Bing bisa menyebabkan kekeliruan fatal. Orang bisa mengira Daesh atau ISIS identik dengan warga Arab Saudi.

Alshega melalui Twitter-nya mengatakan, Bing telah menghina Arab Saudi. “Boikot Bing!”. Sementara pengguna Twitter lainnya mengatakan, warga Arab Saudi satu suara, “Boikot Bing!”.


Juru Bicara Microsoft mengatakan, pihaknya sedang menginvestigasi masalah ini. “Tim kami sedang memperbaiki mesin penerjemah otomatis kami.”

Salah penerjemahan ini telah menimbulkan spekulasi. Sejumlah pihak menuduh Arab Saudi mendukung berbagai macam organisasi teroris di dunia.

(ril/pojoksatu)