Ilmuwan Manchaster Temukan Metode Deteksi Campuran Dalam Daging Cincang

Foto Ilustrasi: Penjualan daging sapi di Supermarket
Foto Ilustrasi: Penjualan daging sapi di Supermarket

POJOKSATU.id, JAKARTA- ‘Metabolic Fingerprints’ merupakan metode baru dari Para ilmuwan di Manchester untuk mendeteksi adanya campuran daging babi dalam daging cincang atau daging giling yang Anda beli.

Meski maraknya praktik mencampurkan daging sapi dengan daging babi sudah umum ditemukan di pasar tidak berkenaan dengan kesehatan, namun menimbulkan keprihatinan bagi sebagian golongan umat beragama, khususnya umat muslim dunia.

Selama ini peneliti menggunakan metode ‘DNA Profiling’ untuk mendeteksi adanya campuran daging sapi, kuda, dan babi. Metode ini juga bisa menemukan adanya daging kuda dalam produk yang dilabeli daging sapi cincang.

Meski demikian, proses kerja DNA Profiling sekadar mendeteksi ada atau tidak kandungan jenis daging selain sapi dalam sebuah produk. Tesnya juga relatif berbiaya mahal.


Metabolic Fingerprints menawarkan informasi langsung tentang informasi daging cincang atau daging giling yang Anda beli. Kepala peneliti, Profesor Roy Goodacre mengatakan studi ini mengevaluasi perubahan jaringan dalam daging.

Dengan analisis statistik kuat, metode ini cepat menemukan adanya dua kandungan daging dalam satu produk. Tim peneliti juga secara cepat mendeteksi metabolit yang berkolerasi dengan presentase lemak kemudian membandingkannya dengan kandungan tertulis pada label makanan.

“Penelitian ini menjanjikan karena lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah menganalisis kandungan daging,” kata peneliti Manchester University lainnya, Dr Drupad K Trivedi, seperti dikutip dari Medical News Today, Senin (18/4/2016).

Peneliti lebih lanjut berencana menciptakan alat atau perangkat portable dipstick-type untuk mendeteksi daging babi yang sudah tak layak konsumsi. Ini misalnya bisa digunakan untuk mengetahui seberapa layak daging dalam hamburger yang Anda makan.

(Sikah/Pojoksatu)