5 Fakta Tentang Virus Zika

virus zika
virus zika

POJOKSATU.id, BRAZIL- Virus zika pertama kali tersebar di daerah Brazil. Tak banyak yang tahu efek virus Zika. Namun, karena akhir-akhir ini virus zika sering sekali diperbincangkan. Sebab terkait dengan kelahiran bayi yang mengalami mikrosefali yang diduga karana dengan virus Zika.

Melansir dari berbagai sumber, berikut 5 fakta yang belum banyak diketahui tentang virus zika.

1. Penularan
Tidak sama seperti flu biasanya, virus Zika tidak menular dari orang ke orang. Namun Virus Zika disebarkan oleh nyamuk Aedes aigypti, nyamuk yang juga dapat menyebarkan penyakit demam berdarah dan chikungunya.

2. Gejala
Gejala pada umumnya ringan, seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, lemas dan mata merah. Gejala muncul dalam waktu tiga sampai 12 hari setelah seseorang digigit oleh nyamuk penular.
Gejala tersebut umumnya berlangsung 2 hari hingga satu minggu. Umumnya Zika tidak menyebabkan komplikasi yang fatal pada orang dewasa dan anak-anak.


3. Pengobatan
belum ditemukan vaksin untuk virus ini. terlebih diaknosis zika sering terasa sulit karna mirip dengan gejala demam berdarah dengue, meskipun lebih ringan. karna itu pasien hanya disarankan untuk minum dan istirahat cukup, serta makan makanan yang bergizi.

Dokter pun hanya memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul. Misalnya jika demam sangat mengganggu, maka pasien bisa minum obat penurun demam. Lalu jika merasa gatal, akan diberikan obat untuk mengatasi gatal-gatalnya.

4. Pencegahan
Mengingat vektornya sama dengan demam berdarah, pencegahannya pun sama dengan penyakit tersebut yakni dengan pemberantasan sarang nyamuk. Nah, untuk memberantas sarang nyamuk masyarakat dianjurkan untuk mengubur barang bekas yang bisa menjadi tempat genangan air. Lalu menguras tempat penampungan air dan menutup tempat penampungan air.

Untuk pencegahan bisa juga dengan mengenakan pakaian serba panjang. Dengan demikian akan mengurangi kemungkinan nyamuk untuk menggigit. Bisa juga dengan menggunakan pengusir nyamuk.

5. Zika Menarik Perhatian
Kendati gejala infeksi virus zika lebih ringan ketimbang DBD, namun Zika menarik perhatian sebagian orang. Dituturkan dr Ari Fahrial Syam, PhD, FACP dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), perhatian mencuat lantaran di luar negeri, khususnya di Brazil, infeksi virus Zika ini dihubungkan dengan bayi berkepala kecil (mikrosefali). Sehingga mencuat dugaan ibu hamil yang terinfeksi virus ini bisa melahirkan bayi dengan mikrosefali sehingga perkembangan otaknya terganggu.
“Oleh karena itu minggu lalu tanggal 15 Januari 2016, pemerintah Amerika melalui US Centers for Disease Control and prevention (CDC) telah memberikan travel alert buat warganya yang sedang hamil atau sedang berencana untuk hamil untuk menunda melakukan perjalanan ke negara-negara yang sedang terjangkit virus Zika ini,” papar dr Ari.

Sejauh ini sudah ada 18 negara Amerika Latin dan Karibia yang melaporkan adanya infeksi virus Zika, yakni Brazil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan Venezuela.

(Sikah/Pojoksatu)