Perkosa Perempuan, Mantan Polisi Ini Dipenjara 263 Tahun

Anak SD diperkosa
ilustrasi

POJOKSATU.id, OKLAHOMA – Vonis untuk para pelaku kejahatan kelas berat seperti pembunuhan berantai memang cukup berat. Biasanya, paling tidak hukumannya seumur hidup atau ekstrimnya dipidana mati.

Namun hukuman tak kalah berat juga menimpa mantan petugas polisi Oklahoma City. Ia  divonis 263 tahun penjara, lantaran terbukti memperkosa empat perempuan dan melakukan penyerangan seksual ke sejumlah perempuan lainnya ketika tengah bertugas.

Hukuman tersebut merupakan hukuman maksimum yang diperbolehkan pengadilan.

Desember lalu, hakim Oklahoma City menyatakan bahwa Daniel Holtzclaw (29), bersalah atas 18 dari 36 tuduhan penyerangan seksual, termasuk pemerkosaan. Keputusan itu ditetapkan oleh Hakim Distrik Timothy Henderson, menyusul berbagai kesaksian para korban yang menyatakan Holtzclaw telah menghancurkan hidup mereka.


Jaksa mengatakan Holtzclaw memangsa wanita yang memiliki masalah dengan hukum dan memaksa mereka melakukan hubungan seks. Petugas polisi itu berharap para korbannya tidak akan berani melaporkannya ke pengadilan.

“Saya sangat ingin hidup saya kembali, kehidupan saya sebelum dia renggut,” kata Jannie Ligons, salah satu korban perkosaan Holtzclaw, di hadapan pengadilan, Kamis (21/1).

Holtzclaw, yang hadir di pengadilan mengenakan setelan pakaian tahanan berwarna oranye, tidak mengucapkan apa pun. Pengacaranya mengungkapkan Holtzclaw akan mengajukan banding setelah vonis dibacakan.

Korban lainnya, Sherry Ellis, menyatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak pernah berpikir seorang polisi akan melakukan tindakan semacam itu.

“Dia layak menerima (vonis) itu. Tak ada hari tanpa saya teringat bagaimana saya dilecehkan,” kata Ellis.

Sebanyak 13 wanita bersaksi di pengadilan dan menggambarkan pertemuan mereka dengan Holtzclaw hingga polisi itu memaksa korbannya dan melecehkan secara seksual.

Holtzclaw malakukan pelecehan seksual kepada beberapa wanita dalam kurun waktu antara Desember 2013 hingga Juni 2014. Dia menargetkan korbannya yang sebagian besar berasal dari daerah komunitas Afrika-Amerika yang miskin di Oklahoma City.

Holtzclaw dipecat dari kepolisian atas sejumlah tuduhan pada Januari 2015. Pria ini sempat bekerja sebagai polisi selama tiga tahun.

Ketika dinyatakan bersalah oleh hakim, Holtzclaw mulai menangis dan menyatakan kepada dewan juri, “Aku tidak melakukannya,” saat dia diborgol keluar dari ruang pengadilan.

(CNN/pojoksatu)