Pemerintah AS: Australia Menolak Perangi ISIS

Pemerintah Australia secara resmi menolak Permohonan Amerisa Serikat untuk untuk memberikan bantuan militer lebih besar guna memerangi kelompok radikal ISIS.
Pemerintah Australia secara resmi menolak Permohonan Amerisa Serikat untuk untuk memberikan bantuan militer lebih besar guna memerangi kelompok radikal ISIS.

POJOKSATU.id, CANBERRA- Pemerintah Australia secara resmi menolak Permohonan Amerisa Serikat untuk untuk memberikan bantuan militer lebih besar guna memerangi kelompok radikal ISIS.

Menteri Pertahanan AS, Ash Carter pada Desember 2015 lalu, meminta negara-negara anggota koalisi anti-ISIS di Irak dan Suriah agar memberikan komitmen lebih besar guna memerangi ISIS. Permintaan itu disampaikan AS menyusul serangan-serangan teror di Paris, Prancis yang menewaskan 130 orang.

Saat itu, Perdana Menteri (PM) Australia ,Malcolm, Turnbull mengindikasikan pemerintahnya tak ada niat untuk memberikan bantuan lebih besar. Bahkan Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan, komitmen Australia saat ini sudah cukup.

“Australia telah mempertimbangkan permintaan dari Menteri Pertahanan AS Ash Carter terkait kontribusi besar yang sudah kami berikan untuk melatih pasukan keamanan Irak dan untuk kampanye udara,” tutur Payne seperti dilansir kantor berita¬†AFP,¬†Kamis (14/1/2016).


“Pemerintah telah menyampaikan pada Menteri Carter bahwa kontribusi kami akan terus seperti ini,” imbuhnya.

Menjelang pertemuan Turnbull dengan Presiden AS Barack Obama di Washington adalah waktu pengumuman bahwasanya Australia menolak memberikan bantuan militer. Pertemuan tersebut akan difokuskan untuk membahas terorisme dan sengketa-sengketa wilayah.

Australia saat ini menempatkan sekitar 780 personel militer di Timur Tengah untuk mendukung operasi melawan ISIS, dan telah aktif di Irak selama berbulan-bulan. Kebanyakan dari personel militer Australia itu, yakni 400 orang ditempatkan untuk melakukan misi-misi serangan udara. Sebanyak 300 personel lainnya berada di Baghdad untuk membantu melatih pasukan keamanan Irak, dan 80 personel lainnya bertugas membantu dan menjadi penasihat militer Irak dalam operasi antiterorisme.

Sejak akhir tahun 2015 lalu, Australia juga mulai melancarkan serangan-serangan udara terhadap target-target ISIS di Suriah, sebagai bagian dari koalisi internasional anti-ISIS yang terdiri dari 60 negara.

(Sikah/Pojoksatu)