Sempat Hilang Kontak, Pilot Pesawat Rusia Minta Mendarat Darurat

Pesawat Rusia. Foto: @pictures-alliance/DPA
Pesawat Rusia. Foto: @pictures-alliance/DPA

POJOKSATU.id, SINAI – Dunia transportasi udara kembali terperenyak. Sebuah pesawat Rusia yang mengangkut 224 orang, jatuh di bagian Semenanjung Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015) siang waktu setempat.

Dilansir dari AFP, Airbus 321 tersebut jatuh setelah lepas landas dari resort Sharm el-Sheikh di Laut Merah menuju St Petersburg, Rusia.

Pesawat sempat hilang komunikasi selama 23 menit. Burung Besi milik maskapai Kogalymavia Rusia itu terbang pada ketinggian 30.000 kaki ketika komunikasi hilang.

“Pesawat militer telah menemukan reruntuhan pesawat. Di daerah pegunungan, dan 45 ambulans telah diarahkan ke sana untuk mengevakuasi korban tewas dan terluka,” bunyi pernyataan pejabat di Mesir.


Sebagian besar penumpang adalah turis Rusia. Dari 224 orang yang disebut berada di dalam pesawat itu, 7 di antaranya awak pesawat.

Pesawat itu mestinya dijadwalkan langsung menghubungi pengatur lalu lintas udara di Cyprus sekitar 23 menit setelah take off. Namun, yang terjadi justru pesawat itu menghilang dari radar.

Merujuk pada layanan pelacak penerbangan Flight Radar 24, pesawat itu tiba-tiba turun hingga sejauh 1.500 meter dalam semenit sebelum akhirnya hilang.

Spekulasi pun muncul bahwa pesawat itu ditembak oleh militan Islamic State. Namun, ada pula yang menyebut pesawat itu jatuh karena kegagalan mesin. Sebab, pilot sempat meminta penaratan darurat di bandara terdekat.

(adk/jpnn/pojoksatu/zul)