Keren, Mahasiswa Indonesia Jadi Bintang Tamu Favorit di Jiangxi TV 2

mahasiswa indonesia di jianxi tv

POJOKSATU – Mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi magister hubungan internasional di Nanchang University, Tiongkok, Muhammad Nurckhalik Djirimu, menjadi bintang tamu acara reality show stasiun TV lokal, Jiangxi TV 2 (JXTV 2). Ini merupakan stasiun TV terbesar dan terpopuler di Propinsi Jiangxi dengan lima saluran atau channel.

Melalui seleksi dari internal kampus, mahasiswa asal Kota Baubau, Propinsi Sulawesi Tenggara ini berhasil lolos dan direkomendasikan oleh pihak kampus untuk mengisi salah satu program Jiangxi TV 2 “Bagaimana Orang Asing Merayakan Imlek.” Nurckhalik menjadi bintang tamu bersama dengan Nigara, yang merupakan mahasiswi asal Turkmenistan.

Rencana awal, Ckhalik dan Nigara hanya diberi kesempatan untuk mengisi satu episode saja, yaitu di episode pertama. Kemudian seterusnya akan diisi oleh mahasiswa asing di kampus lain di Provinsi Jiangxi secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tapi karena mendapat respon positif dari penonton dan kru Jiangxi TV saat penayangan perdana program tersebut, maka mereka akhirnya berlanjut mengisi episode-episode berikutnya.


“Nigara, mahasiswi cantik dan juga seorang penari yang menguasai semua tarian tradisional suku Han Tiongkok, serta Ckhalik, aktif dan memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah dan budaya Tiongkok membuat kami sangat terkejut,” ungkap He Nu Shi, salah seorang kru Jiangxi TV 2, sebagaimana disampaikan mahasiswa Magister Chinese Literature, Nanchang University, Ummy Fadhilah, kepada redaksi, Senin malam (23/3).

Menurut Ummy, selama mengikuti acara tersebut, Ckhalik merasakan sesuatu pengalaman yang sangat berharga dan sulit untuk dilupakan. Itu karena bukan hanya tampil secara pribadi, akan tetapi sekaligus bangga bisa mengenalkan budaya Indonesia secara langsung yang ditonton banyak orang dengan mengenakan atribut khas Indonesia seperti baju batik, sarung khas tradisional Buton dan memakai udeng, yang merupakan ikat kepala khas pulauBali.

“Apalagi saat di lokasi syuting banyak yang bertanya-tanya baju batik dan sarung lembut khas Buton itu dan Iapun menjawab dalam bahasa Mandarin: Ya, ini dari Indonesia!,” demikian Ummy. (ysa/rmol/dep)