Perlu Kajian Komprehensif untuk Sikapi Isis

ISIS
Ilustrasi
Militan ISIS di gurun berperang di gurun pasir
Militan ISIS di gurun berperang di gurun pasir

POJOKSATU.id, JAKARTA – Faham radikalisme yang disebar kelompok ISIS sangat dikhawarirkan, bukan hanya bagi pemeluk Islam. Isis, sebegimana dipandang sebagai sebuah gerakan anti kemapanan, juga mengancam peradaban dunia.

Atas hal itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk secara komprehensif menghadapi gerakan radikalisme Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Kami mengajak bersama-sama baik Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) duduk bersama bagaimana strategi komprehensif menghadapi ini,” kata Din saat Konferensi Internasional tentang Terorisme dan ISIS di JIE Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/03).

“Karena itu perlu kita hadapi. Tapi menghadapinya perlu komprehensif, pertama kita perlu mengkaji secara mendalam apa faktor penyebab kebangkitan ISIS,” tukasnya.


Din mengatakan gerakan ISIS memang terkait faktor agama yaitu pemahaman agama yang sangat literal, ilmiah dan hanya menjumput ayat-ayat yang tidak dipahami secara menyeluruh sehingga membawa kesimpulan yang keras.

“Tapi perlu diketahui juga, ada faktor-faktor nonagama seperti kesenjangan sosial, ekonomi, politik dan bahkan akan tunjang dari terorisme adalah ketidakadilan global. Inilah yang harus kita sadari,” tuturnya.

Strategi penangkalan ISIS saat ini lewat pasukan antiteror kata Din, hanya akan melanggengkan radikalisme dan menumbuhsuburkan terorisme. Karena itu, menghadapi ISIS selain secara komprehensif juga dengan strategi yang menyeluruh dan tugas dari umat beragama serta tokoh-tokoh Islam pada khususnya untuk menyadarkan masyarakat.(ung/ril)