Lee Kuan Yew Sejajar dengan Churchill, Nehru dan Soekarno

Lee Kuan Yew
Lee Kuan Yew
Lee Kuan Yew

POJOKSATU – Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew telah menghembuskan napas terakhirnya hari ini Senin, (23/3) karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

Sebagai salah satu negara sahabat, Indonesia turut menyampaikan rasa berbelasungkawa. Ucapan ini datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais.

“Mewakili masyarakat Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas meninggalnya mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. Kita turut merasa kehilangan sosok hebat dan bermartabat,” ujar politisi PAN ini kepada wartawan Senin, (23/3).

Hanafi menyebut, bahwa Indonesia mengakui kontribusi besar Lee Kuan Yew yang telah turut membangun terwujudnya keamanan dan pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN.


“Beliau adalah tokoh regional sekaligus internasional yang kita segani. Beliau adalah pemimpin visioner yang berhasil membaca masa depan negaranya dengan melakukan regenerasi kepemimpinan secara tertata. Saya percaya warisan kemajuannya akan terus berlanjut,” tambahnya.

Anak dari politisi PAN Amien Rais ini juga menyebut bahwa akan selalu ada kritik yang tidak bersepakat dengan cara tegas dan keras Lee Kuan Yew soal kebijakan pembangunan negaranya.

“Namun di sisi lain kita juga bisa menyaksikan, dan bahkan mungkin juga mengalaminya, bahwa Lee Kuan Yew telah memberikan pondasi yang kokoh untuk sebuah ekonomi dan masyarakat yang modern dan berkemajuan. Lee Kuan Yew telah berdiri sejajar dengan Winston Churchill (mantan Perdana Menteri Britania Raya), Jawaharlal Nehru (mantan Perdana Menteri India) dan Soekarno (mantan Presiden Indonesia) yang telah membawa persatuan untuk negerinya,” demikian Hanafi. (rus/rmol/dep)