Malaysia Tangkap 10 Polisi dan 4 Tentara Indonesia

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id – Kepolisian Diraja Malaysia menahan 17 warga negara Indonesia (WNI) karena menyerbu sebuah kantor polisi di negara bagian Sabah. Dari 17 orang yang ditahan, 14 diantaranya merupakan polisi (10) dan tentara (4) tidak berseragam ditemani tiga warga sipil. Mereka dituduh melintas ke Malaysia melalui perbatasan Pulau Sebatik di Tawau tanpa izin pada Jumat (13/3/2015) lalu.

Menurut Deputi Inspektur Kepolisian Diraja Malaysia, Jenderal Polisi Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim, 17 WNI itu ditangkap karena bertindak sendiri dan tidak dalam kapasitas resmi dari pihak berwenang di Indonesia. Meski tidak berseragam, mereka membawa senjata dengan tujuan mengindentifikasi tersangka pembunuhan rekan mereka di pos polisi Teluk Wallace.

“Mereka dari jajaran berpangkat rendah dan melakukan tindakan tersebut atas kemauan sendiri. Mereka tidak diperintahkan untuk membawa tersangka kembali oleh atasan,” kata Noor Rashid seperti dilansir The Star, Minggu (15/3/2015).

Noor Rashid menjelaskan, kejadian bermula ketika kepolisian Diraja Malaysia menangkap seorang WNI yang merupakan tersangka pembunuhan dan menahannya di pos polisi Teluk Wallace. Ia menjelaskan, aparat Indonesia hendak mengambil tersangka yang ingin melakukan kejahatn di Malaysia.


“Sementara niat mereka baik, tapi diawali dengan cara yang salah. Pertama, mereka tidak boleh membawa senjata ke negara kita. Dan kedua, mereka seharusnya melalui prosedur imigrasi. Karena kedua alasan inilah kami menahan mereka untuk diperiksa,” jelas Noor Rashid.

Kini, 17 orang itu mendekan di kantor polisi Tawau. Polisi Malaysia juga mengamankan delapan pistol dan empat revolver Smith and Wesson kaliber 38 penuh berisi peluru.

Noor Rashid mengatakan mereka diperiksa berdasarkan Undang-Undang Imigrasi 1963 Pasal 6 ayat 3 karena memasuki Malaysia dan Undang-undang Senjata Api 1960 untuk kepemilikan senjata api tanpa izin. Kepolisian Malaysia akan meneruskan surat penyelidikan ke kantor Kejaksaan Agung untuk tindakan lebih lanjut.

“Kami akan mempertimbangkan semua aspek, termasuk hubungan baik kita, serta hukum negara kita,” kata Noor Rashid.

Ke-17 WNI itu menyeberangi perbatasan dengan menggunakan sepeda motor dan speedboat, Jumat lalu sekitar pukul 14.45 dan tiba di kantor polisi Teluk Wallace Bay sekitar pukul 15.00.

Tujuh dari mereka tiba dengan speedboat sementara sisanya berada di sepeda motor. Mereka melintasi pohon kelapa yang menandai perbatasan pulau tersebut. Sebatik, pulau seluas 452,2 kilometer persegi, dibagi oleh Sabah dan Provinsi Kalimantan Utara di Indonesia. Terletak sekitar satu kilometer dari kota Tawau atau 10 menit naik perahu.(cr1)