Setelah 3 Tahun ‘Buntung’, Pria Ini Kini Punya Penis Lagi

setelah-3-tahun-buntung-pria-ini-kini-punya-penis-lagi
Tim dokter bedah Universitas Stellenbosch yang melakukan transplantasi penis pertama yang sukses di dunia

 

POJOKSATU – Seorang pria berusia 21 tahun di Afrika Selatan yang selama tiga tahun sempat kehilangan alat kelamin (penis), akhirnya kini bisa bernafas lega, setelah sebuah universitas terkemuka setempat menyatakan telah sukses melakukan operasi transplantasi alat kelaminnya, Jumat (13/3).

Seperti diberitakan VOA Indonesia, Sabtu 914/3), operasi berlangsung selama sembilan jam pada bulan Desember 2014 lalu oleh para bedah spesialis dari fakultas kedokteran dan layanan kesehatan Universitas Stellenbosch.

Pasien yang namanya tidak diumumkan itu kehilangan organ kelaminnya sejak tiga tahun lalu setelah menderita komplikasi akibat khitanan yang gagal di usia remajanya, mengharuskan penisnya untuk diamputasi.


“Sudah pulih total dan organ hasil transplantasinya dapat berfungsi sepenuhnya,” demikian pernyataan dari universitas yang terletak tidak jauh dari Cape Town, salah satu kota terbesar di Afrika Selatan.

Universitas Stellenbosch tidak merilis informasi siapa yang menjadi donor organ, tapi mengatakan mencari donor merupakan salah satu halangan utama.

Transplantasi penis Ini merupakan yang pertama kalinya berakhir dengan sukses. Sebelumnya seorang pria di China juga pernah menjalani transplantasi pada tahun 2005. Operasi tersebut pada awalnya tampak sukses, tapi menurut dokter, pria itu kemudian meminta penis barunya dilepaskan karena masalah psikologis yang ia alami dengan isterinya.

Profesor Andre van der Merwe, Kepala Departemen Urologi Universitas Stellenbosch dan dokter utama pada operasi ini, mengatakan dia sebelumnya memprediksi bahwa butuh dua tahun setelah operasi bagi pasien sebelum pasien dapat menjalankan fungsi organ barunya secara sempurna.

“Kami sangat terkejut dengan betapa cepatnya (pasien) sembuh,” ujar van der Merwe.

Seperti halnya di Indonesia, di Afrika Selatan — terutama di pedesaan — sunat dilangsungkan saat lelaki memasuki masa akil baligh. Universitas Stellenbosch mengutip pakar yang memperkirakan terdapat setidaknya 250 kasus amputasi penis per tahun di Afrika Selatan akibat pelaksanaan khitanan yang gagal.

Menurut Universitas Stellenbosch, sudah ada sembilan pasien lagi yang sedang menanti donor untuk transplantasi penis. (VOA Indonesia/nto/dep)