Ahli Senjata Kimia ISIS Tewas Diberondong Pesawat

Seorang pejuang Kurdish berjalan di reruntuhan yang habis dibombardir pasukan AS. Kawasan ini wilayah yang dikuasai ISIS. | Foto: AFP
Seorang pejuang Kurdish berjalan di reruntuhan yang habis dibombardir pasukan AS. Kawasan ini wilayah yang dikuasai ISIS. | Foto: AFP

Seorang pejuang Kurdish berjalan di reruntuhan yang habis dibombardir pasukan AS. Kawasan ini wilayah yang dikuasai ISIS. | Foto: AFP

Seorang pakar senjata kimia yang bergabung dengan kelompok militan ISIS dikabarkan tewas dalam serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat beberapa waktu lalu di wilayah utara Irak.

Dalam keterangan yang dirilis Pentagon pada Jumat (30/1), serangan udara itu dilakukan Sabtu pekan lalu di Mosul. Dalam serangan itu, seorang bernama Abu Malik ikut tewas. Abu Malik diduga merupakan orang yang dulu bekerja bagi mantan diktator Saddam Hussein sebelum akhirnya bergabung dengan Al Qaeda dan ISIS.

Pentagon menyebut bahwa Malik ikut memberikan pelatihan bagi kelompok militan ISIS untuk bisa membuat senjata kimia.


“Kematiannya diharapkan untuk sementara menurunkan dan mengganggu jaringan teroris serta mengurangi kemampuan ISIL untuk berpotensi memproduksi dan menggunakan senjata kimia terhadap orang yang tidak bersalah,” katanya seperti dimuat Press Tv.

Ada beberapa laporan dari ISIL teroris menggunakan gas klorin, tetapi tidak ada bukti kelompok memiliki persenjataan senjata kimia utama. (rmol/kan)