Pemimpin Dunia dan Tokoh Agama Kutuk Penyerangan Kantor Majalah Penghina Nabi

002345_328851_Charlie_Hebdo

POJOKSATU- Dunia mengutuk keras penyerangan kantor majalah satir, Charlie Hebdo, yang menewaskan 12 orang. Selain pemimpin dunia, ulama pun turut bereaksi dan menegaskan penyeragnya bukan umat Islam.

Presiden Prancis Francois Hollande menyebut serangan terhadap kantor majalah satir, Charlie Hebdo, sebagai “tindakan sangat barbar”. Dia menegaskan, Prancis harus menanggapinya dengan tegas. Serangan ini menewaskan sedikitnya 12 orang.

“Ini adalah tindakan sangat barbar yang baru saja terjadi di Paris ini. Aksi ini telah merenggut kebebasan berbicara terhadap para wartawan yang selalu berusaha menunjukkan bahwa di Prancis sebuah majalah bisa beroperasi untuk mempertahankan gagasan mereka dan untuk memiliki kebebasan yang dilindungi republik ini,” kata Hollande saat mengunjungi kantor Charlie Hebdo di Paris.


Serangan juga dikecam oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Menurutnya, serangan terhadap Charlie Hebdo sangat mengerikan. Kata dia, penembakan di Prancis bukan hanya serangan terhadap rakyat Prancis, tetapi juga serangan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berpendapat.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengecam serangan. Presiden Italia Matteo Renzi mengatakan kekerasan akan selalu bisa dikalahkan oleh kebebasan. Ia menyampaikan kecaman ini melalui akun Twitternya. Lihat video penembakan di kantor Charlie Hebdo di tautan ini.

Sementara seorang ulama di Prancis, Hassen Chalghoumi mengutuk penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo Paris oleh kelompok bersenjata yang seolah mengklaim secara sepihak sebagai balasan dari umat Islam. Dia menegaskan bahwa aksi teror kepada majalah satir tersebut jelas bukan ajaran Islam.

“Ini bukan ajaran Islam, tapi kejahatan barbar. Ini juga jelas bertentangan dengan prinsip kebebasan berpendapat yang telah diatur,” ujar Imam di Masjid Drancy di Seine-Saint-Denis Paris itu, seperti dimuat Straits Times, Kamis (8/1/2015).

Penyerangan majalah ini dilakukan tiga orang bersenjata. Mereka merangsek masuk ke dalam kantor Charlie Hebdo dan menembaki sejumlah karyawan di dalamnya. Para pelaku juga melesatkan peluru dan pelontar roket ke orang yang melintas di luar markas media tersebut.

Akibat serangan tersebut, sebanyak 12 orang tewas, termasuk Pemimpin Redaksi (Pemred) Charlie Hebdo Stephane Charbonnier dan 2 polisi.

Kepala Dewan Muslim Prancis Dalil Boubakeur mengatakan bahwa komunitas muslim di Prancis begitu terkejut mengetahui aksi teror tersebut. Kata dia, serangan tersebut jelas merupakan tindakan yang provokatif dan memecah belah persatuan negara.

“Kami imbau semua pihak untuk tidak terprovokasi. Kita harus waspada adanya skenario dari pihak tertentu,” kata Boubakeur.

Hal senada juga disampaikan rabi Yahudi Haim Korsia. Dia menegaskan, seluruh elemen Prancis harus bersatu melawan segala tindakan yang mengancam kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. “Perlu ada persatuan yang kokoh demi mempertahankan kebebasan ini,” kata Korsia.(ps)

 

 

Video Penyerangan Charlie Hebdo Lihat Disini