Remaja Divonis Mati Ini Dipukuli Polisi supaya…

Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melihat ada rekayasa kasus terhadap terpidana mati Yusman Telaumbanua dan Rasula Hia. Remaja berusia ini diduga wajib mengaku telah berusia 19 tahun, meski usianya masih 16 tahun.

“Jelas terlihat ada bekas luka yang dialami Yusman Telaumbanua pada pelipis kanan,” ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar dalam siaran pers di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Sabtu, (28/3/2015).

Fakta lainnya, ada bekas luka sepanjang 3 cm. Dia dipukul dengan balok kayu anggota polisi Polres Gunungsitoli.

“Dia dipukul dengan cincin penyidik Polres Gunungsitoli berinisial A untuk mengaku usianya 19 tahun,” ujarnya.


Karena itu, KontraS melihat ada dugaan rekayasa kasus semakin kuat dan tidak memenuhi prinsip-prinsip peradilan yang baik.

KontraS pun mendesak Menteri Hukum dan HAM mempercepat proses pemindahan Yusman dan Rusula dari Lapas Batu, Nusakambangan, ke lapas di wilayah Jabodetabek. (kan/ps)