KPK Periksa Asisten II Pemprov Riau

IRIT KOMENTAR: Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Wan Amir Firdaus saat diburu wartawan untuk diwawancarai. (DEFIZAL/Riau Pos/Pojokatu.id)
IRIT KOMENTAR: Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Wan Amir Firdaus saat diburu wartawan untuk diwawancarai. (DEFIZAL/Riau Pos/Pojokatu.id)
IRIT KOMENTAR: Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Wan Amir Firdaus saat diburu wartawan untuk diwawancarai. (DEFIZAL/Riau Pos/Pojokatu.id)

POJOKSATU – Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Wan Amir Firdaus datang ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di Jalan Patimura, Pekanbaru, Rabu (25/3) sekitar pukul 10.00. Mengenakan kemeja putih, dia bersama dua pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Riau, yaitu Eka Putra dan Suwarno, menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi pengesahan rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) Riau pada 2014 dan 2015.

Saat tiba, Wan Amir langsung masuk ke ruang visualisasi tugas kepolisian SPN Pekanbaru sebagai lokasi pemeriksaan. Di dalam, sudah menunggu penyidik KPK yang akan memeriksanya.

Menjelang siang, dua di antara tiga orang yang diagendakan diperiksa keluar dari ruang pemeriksaan untuk istirahat. Yang pertama keluar adalah Suwarno. Begitu diwawancarai, dia bungkam. Berbagai pertanyaan tidak dijawab. Jepretan kamera juga dihindarinya dengan menutup wajah.

Tidak lama berselang, giliran Wan Amir yang keluar. Saat diwawancarai, dia senyum-senyum saja. Pertanyaan wartawan pun dijawab singkat. ’’Seputar itu (APBD) aja,’’ kata Wan Amir yang keluar ruangan karena akan menjalankan salat.


Apakah KPK bertanya tentang suap dalam pengesahan APBD? Dia mengaku tidak tahu. Termasuk soal suap terhadap Ahmad Kirjauhari, mantan anggota DPRD Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). ’’Saya tidak tahu,’’ ucapnya.

Sebagai asisten II Pemprov Riau, Wan Amir tidak membantah ikut dalam penyusunan APBD. Tetapi, terkait dengan perjalanan penyusunan APBD tersebut, dia punya alasan. ’’Saya tak terlibat betul. Saya kan baru pindah,’’ ujar dia.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha membenarkan adanya pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut. ’’Hari ini (kemarin) ada pemeriksaan terhadap Wan Amir Firdaus, Eka Putra, dan Suwarno. Ketiganya merupakan PNS Riau,’’ jelasnya melalui pesan singkat.

Dalam dugaan korupsi pengesahan APBD itu, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Yakni, Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dan mantan anggota DPRD Riau Ahmad Kirjuhari. Annas disebut-sebut sebagai pemberi suap Rp 3 miliar untuk pengesahan, sedangkan Ahmad Kirjauhari adalah penerimanya. (ali/JPNN/c14/diq/dep)