Aset Lain Fuad Amin Terus Dilacak KPK

Fuad Amin
Fuad Amin
Fuad Amin

POJOKSATU – Tim penelusuran aset KPK melanjutkan pelacakan harta benda tersangka perkara suap jual beli gas, Fuad Amin. KPK mengendus, masih ada aset yang diduga disembunyikan bekas Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Johan Budi menyatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menginventarisir aset-aset tersangka Fuad Amin. Inventarisasi aset itu dilaksana­kan untuk memudahkan upaya pengembalian kerugian negara.

Menurut Johan, inventarisir aset-aset tersebut dilaksanakan untuk menghitung total barang-barang yang sudah disita. Selain itu, bertujuan melacak keberadaan aset lain yang belum disita. Johan tak bersedia memberi rincian terkait penelu­suran lanjutan yang dilakukan tim KPK.

Pada prinsipya, dia bilang, penyidik tengah mengembangkan petunjuk mengenai aset-aset lainnya. Petunjuk tentang kepemilikan aset lainnya itu, diperoleh dari keterangan saksi-saksi yang berkaitan dengan penyitaan aset sebelumnya.


“Kita masih mengembangkan penelusuran aset-aset yang terkait dengan perkara tersang­ka,” ucapnya.

Dia memastikan, jika terindikasi atau terbukti diperoleh dengan cara melawan hukum, pasti akan disita.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengamini hal tersebut. Dia meng­informasikan, penyidik masih meneliti aset-aset lain yang diduga dimiliki tersangka fuad Amin. Apabila keabsahan bukti-bukti kepemilikan aset-aset tersebut tidak relevan, besar kemungkinan bakal disita KPK.

Dia mengaku, ada daftar aset Fuad Amin yang sudah dipegang penyidik. Namun penyidik tak bisa begitu saja melakukan pe­nyitaan. “Diperlukan bukti-bukti pendukung untuk keperluan penyitaan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Priharsa menolak membeberkan aset apa saja yang tengah ditelusuri kepemilikan­nya. Dia memastikan, aset-aset Fuad Amin yang disita penyidik diduga terkait dengan masalah pencucian uang.

“Ini tengah kita kembangkan secara optimal,” jelasnya.

Dia menambahkan, rangkaian penelusuran aset tersangka kasus penyuapan itu tidak dilakukan di Madura saja. Belakangan juga sudah mengarah pada kepemilikan rumah dan lahan di kawasan Jakarta. “Terakhir, Kamis lalu penyidik menyita tanah dan bangunan di wilayah Cipinang, Jakarta.” tambahnya. (rmol/dep)