Jokowi Abaikan Rekomendasi Tim 9

Jokowi. Dok: jawa pos
Jokowi. Dok: jawa pos
Jokowi. Dok: jawa pos

POJOKSATU – Meski telah direkomendasikan untuk tidak melantik Komjen Budi Gunawan (BG) untuk menjadi Kapolri, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengikuti rekomendasi Tim Sembilan. Padahal, Tim tersebut dibentuk untuk memberi masukkan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Hal tersebut dikatakan Anggota Tim Sembilan, Jimly Asshiddiqie, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Kamis (5/02). Ia mengaku tetap menghormati keputusan presiden, karena memang presidenlah yang mempunyai hak prerogratif untuk memutuskan.

“Rekomendasi Tim Sembilan tidak diikuti oleh Presiden 100 persen. Ia ingin menunggu proses praperadilan. Kita hormati dan tunggu saja,” kata Jimly.

Ia mengatakan, keputusan untuk menunggu praperadilan bisa menjadi jalan keluar bagi berbagai faksi dan kelompok, walaupun pihaknya kata Jimly, secara substansial telah mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan pencalonan Budi Gunawan.


Sebelumnya dikabarkan, anggota lain Tim Sembilan, Buya Syafii Ma’arif, mengaku ia telah dihubungi Jokowi terkait pembatalan pelantikan BG.

“Benar. Saya dikabari presiden. Ia tak akan melantik pak Budi karena statusnya sebagai tersangka,” katanya saat dihubungi Rabu (4/02). Menurut Ma’arif, presiden akan melantik kapolri baru setelah persidangan BG disidangkan. Sementara itu, Seskab Andi Widjajanto mengungkapkan saat ini presiden masih menunggu waktu yang tepat untuk memutuskannya. “Tinggal tunggu presiden memiliki insting dan kalkulasi politiknya untuk putuskan,” ujar Andi di Istana Negara. (ril)