Guru SMAN 79 Jakarta Lakukan Pelecehan Seksual

Tak hanya kepala sekolah yang akan dipecat karena melanggar aturan, sejumlah guru juga diketahui melakukan melakukan pelanggaran berat.

Dari data yang yang dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, diketahui lima guru juga terbukti melakukan pungutan liar (pungli) dan pelecehan seksual terhadap anak didiknya.

“Sebagian diantaranya rangkap jabatan dan melakukan kunjungan wisata tanpa izin,” ujar Kadisdik DKI Jakarta Arie Budhiman di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (23/1).

Kata Arie, dari jumlah tersebut, ada empat guru yang terkena sanksi penurunan pangkat mulai dari satu hingga tiga tahun. Sementara itu satu guru mendapat pernyataan tidak puas secara tertulis.


Guru pertama yang terkena sanksi adalah MU. Guru SMAN 79 Jakarta ini terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap anak didiknya. MU akhirnya dikenakan sanksi penurunan pangkat lebih rendan selama tiga tahun.

Selanjutnya adalah BW, guru di SDN Malaka Jaya. Ia terbukti melakukan pungli saat bertugas. Sebagai ganjarannya BW dijatuhi sanksi penurunan pangkat lebih rendan selama satu tahun. Penurunan pangkat selama satu tahun juga dikenakan kepada SS, guru di SDN Palmerah 03 Pagi. Ia diketahui melakukan kegiatan wisata tanpa izin.

Kemudian SL, guru di SDN Malaka Saari 09 Petang terbukti rangkap jabatan dan dikenakan sanksi penurunan pangkat lebih rendah selama satu tahun. Sementara itu TS mendapat pernyataan tidak puas secara tertulis karena diduga melakukan pungli. Sayangnya tindakan TS tidak diduga oleh saksi.

Untuk guru TS dan BW, memang sanksinya berbeda. Itu dikarenakan dalam pemeriksaan TS, tidak ditemukan bukti kuat dia melakukan pungli. Tapi saksi yang diminta pungli ada. Makanya kita tetap berikan sanksi kepada TS. Supaya tidak ada lagi kejadian pungli di seluruh sekolah Jakarta,” tukas Arie. (rmol)