Kapolri Dapat Rapor Merah

Kapolri Jenderal Sutarman
Kapolri Jenderal Sutarman
Kapolri Jenderal Sutarman

POJOKSATU, Independent Police Watch (IPW) memberi rapor merah terhadap kinerja korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Jenderal Sutarman. Dalam penilaiannya, kinerja Polri tahun 2014 sangat tidak memuaskan masyarakat. Reformasi kepolisian sebagai pengayom, pelindung, pelayan masyarakat juga jalan ditempat.

Juru bicara IPW, Sogi Sasmita mengatakan kerja Polri tidak sepadan dengan anggaran yang dialokasikan dengan Rp 44,5 triliun tahun 2014 dan personel 420.275.

“Kinerja Polri masih merah karena integritas, keteladanan, profesionalisme dan kemitraan sangat lemah dan tidak ada kemajuan sama sekali selama tahun 2014,” ujar Sogi dalam acara diskusi dengan tema “Police Outlook 2015, Evaluasi dan Proyeksi Kinerja Polri ” di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (21/12). Hadir dalam acara itu, pengacara Eggy Sudjana, pengamat kepolisian Haris Indra dan Sekretaris Jendral (Sekjen) Kompolnas, Hadri Safriadi Cut Ali.

Dengan mendapat rapor merah, Sogi menilai Kapolri Sutarman gagal dalam memimpin lembaga kepolisian. “Presiden harus mengganti Kapolri demi untuk menata kembali institusi kepolisian lebih baik kedepannya,” tegas dia.


Sogi menjelaskan dengan mengganti pucuk pimpinan di tubuh kepolisian, secara otomatis satuan tingkat kerja yang ada di bawahnya juga akan diganti dengan calon yang lebih segar dan baik. Contohnya kata dia beberapa kasus yang membelit kepolisian yaitu, pembukaan rekening milik bandar judi online di Jawa Barat yang melibatkan oknum kepolisian. “Jadi ini membuktikan ada konspirasi antara aparat dengan pelaku kejahatan,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, keteladanan pimpinan Polri hilang sehingga muncul bentrokan di Batam antara oknum kepolisian dan tentara. Dan lebih memprihatinkan lagi, kata dia adalah kriminalisasi terhadap anggota Kompolnas. “Dengan bukti itu semua aspek integritas, keteladanan, dan kemitraan antara polisi dan pengawas (kepolisian) tidak berjalan dengan baik,” kritik dia.

Dalam paparan Police Outlook 2015 ini telah dimatrikulasi evaluasi kinerja satuan kerja. Yang dapat rapor merah adalah Bareskrim, Intelkam, Irwasum, Korlantas, Polda Sumut, Polda Sulsel, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Timur, Polda Kepri.

Selain itu, Polda Sumatera Barat, Polda Jambi, Polda Bengkulu, Polda Lampung, Polda Kalimantan Barat, Polda Kalimantan Tengah, Polda NTT, Polda NTB, Polda Sulawesi Utara dan Polda Gorontalo. Yang mendapat merah juga adalah Polda Sulawesi Tenggara, Polda Maluku, Polda Maluku Utara, Polda Aceh, Polda Sumatera Selatan, dan Polda Papua.

“Adapun variabel ukuran memberikan rapor merah adalah faktor integritas, keteladanan, profesionalisme, kemitraan,” tandasnya. (awa/jpnn)