POJOKSATU.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Sabah, Malaysia, Minggu malam, tidak hanya mengagetkan negeri jiran tersebut.

Getaran kuat dari pusat gempa itu juga ikut terasa hingga beberapa wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Utara.

Sejumlah warga Tarakan dan Nunukan merasakan guncangan ringan yang terjadi mendadak pada tengah malam.

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa getaran tersebut benar berasal dari gempa besar di Sabah.

Dalam laporan resminya, BMKG mencatat gempa itu terjadi pada kedalaman luar biasa yakni sekitar 620 kilometer.

Meski pusat gempa berada di laut utara Sabah, energinya merambat sangat luas hingga melintasi perbatasan negara.

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

BMKG menjelaskan fenomena ini sebagai karakteristik deep focus earthquake, yakni gempa yang terjadi di kedalaman ratusan kilometer.

Berbeda dengan gempa dangkal yang biasanya menimbulkan kerusakan, gempa dalam seperti ini justru memiliki daya sebar yang jauh lebih luas.

Itulah sebabnya getarannya dapat dirasakan hingga ribuan kilometer dari titik episentrum.

Baca Juga: Banyak Muslim Belum Tahu, Pendapatan Digital Hingga Gaji Bulanan Wajib Dizakati

Meski begitu, BMKG menegaskan tidak ada potensi tsunami dan situasi di Indonesia berada dalam kondisi aman.

Hingga kini, belum ada laporan kerusakan signifikan dari Malaysia maupun wilayah Indonesia yang merasakan getarannya.

Otoritas terkait masih melakukan pemantauan lanjutan mengenai dampak gempa besar tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.

Meski getarannya terasa di beberapa kota, gempa ini tidak menimbulkan ancaman langsung karena kedalamannya yang sangat dalam.

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik di kawasan Asia Tenggara masih tergolong aktif secara berkala.

BMKG memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan maupun perubahan parameter gempa.***