POJOKSATU.ID- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto kembali meneteskan air matanya saat mengenang perjuangan PDIP yang banyak berkiprah terhadap karir politik keluarga Presiden Jokowi.
Nyatanya karpet merah yang telah diberikan PDIP terhadap Presiden Jokowi akhirnya berujung pengkhianatan.
Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto di podcast youtube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Kamis (9/11/2023).
"Kami sangsat sedih," kata Hasto sambil meneteskan air matanya.
Baca Juga: Quacquarelli Symonds (QS) Rilis 10 Kampus terbaik di Indonesia Tahun 2024, Ada Kampus Kamu?
Dengan tangis khas Hasto Kristiyanto itu, ia kemudian mengungkit perjuang Ibu Megawati yang menghantarkan Jokowi dari Solo hingga ke menjadi orang nomor satu di Indonesia.
"Ibu Mega itu mengawal Pak Jokowi. Kenapa seperti ini," kata Hasto menirukan pernyataan Megawati.
Hasto Kristiyanto lantas menyinggung sisi gelap orang-orang bisa berubah karena merasa nyaman tatkala diberikan kekuasaan.
Baca Juga: Quacquarelli Symonds (QS) Rilis 10 Kampus terbaik di Indonesia Tahun 2024, Ada Kampus Kamu?
"Saya hanya bisa memberikan penjelasan. Manusia bisa berubah oleh sisi-sisi gelap kekuasaan," tegasnya.
Diketahui, Hasto Kristiyanto memang bukan pertama kali menangis, ia juga pernah menangis saat harga BBM dinaikkan di era kepemimpinan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto itu juga pernah menangis terharu setelah dinyatakan lulus sidang dan meraih gelar doktor di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).
Baca Juga: Mengejar Pendidikan di Belgia melalui Beasiswa S2 VLIR OUS, Tanpa Wawancara!
Sembari terisak, Hasto menyatakan harapannya dari disertasi yang diangkat yaitu agar mimpi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terwujud.
Keinginan Megawati itu, kata Hasto, agar Presiden Pertama RI Soekarno atau akrab disapa Bung Karno diterima apa adanya oleh bangsa Indonesia.
"Penelitian ini kami persembahkan bagi Ibu Megawati Soekarnoputri. Sehingga mimpi Ibu, Bung Karno tidak hanya diterima apa adanya tetapi Bung Karno dengan pemikirannya akan selalu hidup dan menggerakkan Indonesia untuk menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia," kata Hasto di ruang sidang Universitas Pertahanan. ***

