POJOKSATU.ID - Tradisi bagi-bagi THR kepada anak-anak saat Lebaran sudah menjadi budaya yang dinanti setiap tahun.
Amplop kecil berisi uang baru kerap menjadi simbol kebahagiaan sekaligus bentuk berbagi rezeki.
Namun bagi pekerja dengan gaji setara UMR Jawa Barat, muncul pertanyaan realistis berapa THR ideal yang bisa dibagikan tanpa mengganggu kebutuhan pokok dan anggaran Lebaran?
Pertanyaan ini penting, karena momen berbagi seharusnya tidak membuat kondisi keuangan menjadi berat setelah Hari Raya.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Mudik Gratis Angkutan Laut Pemprov DKI 2026, Catat Tanggal dan Pulau Tujuannya
Memahami Kondisi Gaji UMR Jawa Barat
Upah Minimum Regional (UMR) di Jawa Barat berbeda-beda tergantung kabupaten/kota.
Di sejumlah daerah industri seperti Bekasi atau Karawang, nominalnya relatif lebih tinggi dibanding wilayah lain.
Namun secara umum, pekerja bergaji UMR biasanya harus membagi pendapatan untuk kebutuhan utama seperti:
-
Sewa atau cicilan rumah
-
Transportasi
-
Makan harian
-
Tagihan listrik dan air
-
Tabungan dan dana darurat
Dengan kondisi tersebut, pembagian THR untuk anak-anak tentu perlu diperhitungkan secara bijak.
Berapa Nominal THR yang Ideal?
Secara tidak tertulis, nominal THR anak-anak biasanya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per anak, tergantung kondisi keuangan pemberi dan kedekatan hubungan keluarga.
Jika bergaji setara UMR Jawa Barat, berikut simulasi sederhana yang bisa dijadikan acuan:
-
Sisihkan maksimal 5–10 persen dari total THR yang diterima untuk dibagikan.
-
Tentukan jumlah anak yang akan menerima amplop.
-
Bagi anggaran tersebut secara merata agar tidak memberatkan.
Contoh, Jika menerima THR satu kali gaji UMR dan menyisihkan Rp300 ribu untuk berbagi, sementara jumlah anak sekitar 10 orang, maka setiap anak bisa mendapatkan Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Baca Juga: Kenapa Jelang Lebaran Baju di Marketplace Banyak Pre Order? Ini Alasannya dan Cara Menghindarinya
Nominal tersebut tetap pantas dan tidak berlebihan.
Jangan Terjebak Gengsi Sosial
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membandingkan nominal THR dengan saudara lain. Padahal, kemampuan finansial setiap orang berbeda.
THR anak kecil bukan soal besar kecilnya uang, tetapi tentang kebahagiaan dan perhatian.
Bagi anak-anak, menerima uang baru dalam amplop saja sudah menjadi momen menyenangkan.
Lebih penting menjaga stabilitas keuangan setelah Lebaran dibanding memaksakan nominal besar demi gengsi.
Tips Bijak Membagikan THR
Agar tetap aman secara finansial, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
-
Buat daftar penerima sebelum Lebaran agar anggaran jelas.
-
Siapkan pecahan uang baru jauh-jauh hari.
-
Gunakan amplop sederhana namun menarik.
-
Prioritaskan anak-anak inti keluarga terlebih dahulu.
-
Jangan menggunakan dana darurat atau tabungan penting.
Jika dana terbatas, Anda juga bisa memberikan dalam bentuk lain, seperti bingkisan kecil atau camilan Lebaran untuk anak-anak.
Mengatur Keuangan Setelah THR Cair
Biasanya pekerja menerima THR dari perusahaan menjelang Lebaran.
Agar tidak habis begitu saja, gunakan pola pembagian sederhana:
-
50 persen untuk kebutuhan utama dan kewajiban
-
20 persen untuk tabungan atau investasi
-
20 persen untuk kebutuhan Lebaran (makanan, baju, transportasi)
-
10 persen untuk berbagi termasuk THR anak-anak
Persentase ini fleksibel, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Jangan Asal Tinggal Kendaraan di Rumah, Ini Peringatan dari Pakar ITB
Makna THR Lebaran yang Sebenarnya
Tradisi berbagi saat Lebaran adalah wujud syukur atas rezeki yang diterima.
Namun prinsip utama tetap keseimbangan.
Bagi pekerja bergaji UMR Jawa Barat, THR anak-anak yang ideal bukan diukur dari nominal fantastis, tetapi dari kemampuan yang realistis dan tidak memaksakan keadaan.
Lebaran adalah momen kebahagiaan bersama, bukan ajang adu besar amplop.
Dengan perencanaan yang matang, Anda tetap bisa berbagi tanpa khawatir keuangan terganggu setelah Hari Raya usai.
Bijak berbagi, nyaman merayakan.***

