POJOKSATU.ID - Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia terus dikebut dalam satu dekade terakhir.
Salah satu proyek yang menyedot anggaran besar adalah pembangunan flyover atau jalan layang.
Tak hanya berfungsi mengurai kemacetan, sejumlah flyover di Indonesia juga tercatat sebagai yang termahal karena tingkat kesulitan konstruksi, panjang bentang, hingga lokasi strategisnya.
Lantas, sebutkan pembangunan flyover termahal di Indonesia dan letaknya di mana saja?
Baca Juga: Guru Jangan Panik, Ini Makna SKTP Januari Tidak Terbit dan Dampaknya ke TPG 2026
Salah satu proyek yang kerap disebut sebagai flyover termahal adalah Simpang Susun Semanggi di Jakarta.
Meski secara teknis merupakan interchange, struktur jalan layang ini menjadi ikon pembangunan infrastruktur ibu kota.
Terletak di jantung Jakarta, proyek ini menelan anggaran sangat besar karena dibangun di kawasan super padat, di atas sungai, dan harus tetap berfungsi selama proses konstruksi.
Simpang Susun Semanggi kini menjadi tulang punggung arus lalu lintas dari berbagai arah utama Jakarta.
Baca Juga: Flyover Daan Mogot Akan Dibangun, Tembus Daerah Mana Saja? Ini Rute dan Dampaknya
Flyover mahal lainnya berada di Kelok Sembilan, Sumatera Barat. Struktur jalan layang ini melintasi kawasan perbukitan dan lembah dengan kontur ekstrem.
Flyover Kelok Sembilan menghubungkan Sumatera Barat dan Riau, sekaligus menjadi salah satu jalur logistik penting di Pulau Sumatera.
Biaya pembangunannya membengkak karena tantangan geografis, kebutuhan teknologi tinggi, serta standar keselamatan yang ketat.
Di Jawa Barat, Flyover Pasupati (Pasteur–Surapati) di Kota Bandung juga masuk dalam daftar proyek mahal.
Flyover ini membentang di tengah kota dan menjadi solusi kemacetan kronis Bandung.
Letaknya yang melintasi kawasan padat penduduk serta membutuhkan desain khusus agar menyatu dengan lingkungan perkotaan membuat biaya pembangunannya tidak sedikit.
Pasupati kini menjadi landmark Bandung sekaligus jalur vital bagi mobilitas warga.
Baca Juga: Seleksi Guru SMA Garuda Baru Resmi Dibuka, Cek Syarat Usia, IPK, dan Cara Daftar
Sementara itu, di wilayah timur Indonesia, pembangunan flyover dan jembatan layang di kawasan perkotaan Makassar juga tergolong berbiaya tinggi.
Beberapa flyover dibangun untuk mendukung akses menuju kawasan pelabuhan dan pusat ekonomi.
Faktor tanah, kondisi cuaca, serta kebutuhan konstruksi berstandar tinggi membuat anggaran proyek meningkat signifikan.
Di Jakarta dan sekitarnya, sejumlah flyover di koridor padat seperti Jakarta Timur dan Jakarta Utara juga masuk kategori mahal.
Baca Juga: TPG Februari 2026 Cair Tak Utuh, Ini Rincian Nominal Setelah Dipotong
Flyover ini dibangun untuk mengatasi perlintasan kereta api dan simpang sebidang yang rawan macet.
Letaknya di jalur strategis dengan lalu lintas tinggi membuat proses pembangunan harus ekstra hati-hati dan berdampak pada besarnya biaya.
Pembangunan flyover mahal umumnya tidak hanya soal panjang jalan, tetapi juga kompleksitas teknis.
Proyek di kawasan padat, dekat sungai, rel kereta, atau wilayah berbukit membutuhkan teknologi khusus dan waktu pengerjaan lebih lama.
Inilah yang membuat biaya konstruksi melonjak dibanding flyover biasa.
Meski menguras anggaran, flyover termahal di Indonesia dinilai memberikan manfaat jangka panjang.
Pengurangan kemacetan, efisiensi waktu tempuh, peningkatan konektivitas, hingga pertumbuhan ekonomi menjadi alasan utama pemerintah tetap mendorong proyek-proyek ini.
Dengan letak strategis di Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, hingga Indonesia Timur, pembangunan flyover termahal menjadi bukti keseriusan negara dalam memperkuat infrastruktur.
Ke depan, proyek serupa diprediksi masih akan terus dibangun seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.***

