POJOKSATU.ID - Eh, siapa sangka? Selama ini banyak yang mengira sidang di pengadilan itu tertutup dan cuma untuk pihak terkait saja.
Padahal, faktanya nggak selalu begitu, lho!
Masyarakat umum ternyata bisa ikut menyaksikan jalannya persidangan di pengadilan negeri.
Wah, menarik ya! Tapi tentu saja ada aturan main yang harus dipatuhi.
Baca Juga: Waduh! Kemensos Stop Perjalanan Dinas Luar Negeri Demi WFH, Efektif atau Nggak?
Dalam sistem hukum di Indonesia, prinsip persidangan terbuka untuk umum memang jadi salah satu hal penting.
Artinya, masyarakat berhak mengetahui proses hukum yang berlangsung, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Namun, perlu dicatat nggak semua sidang bisa ditonton bebas.
Ada beberapa jenis perkara yang memang bersifat tertutup, seperti kasus yang melibatkan anak di bawah umur atau perkara asusila. Nah loh, jadi nggak semua bisa diakses ya!
Baca Juga: Pemkot Bandung Perkuat Pengawasan WFH ASN, Disiplin dan Kinerja Tetap Terjaga
Untuk sidang yang terbuka, masyarakat bisa datang langsung ke pengadilan negeri sesuai jadwal sidang yang biasanya sudah dipublikasikan.
Tinggal datang, duduk di kursi pengunjung, dan mengikuti jalannya persidangan. Simpel, kan?
Eh tapi, jangan asal datang juga. Ada beberapa ketentuan yang wajib diperhatikan.
Pertama, pengunjung harus berpakaian sopan dan rapi.
Nggak boleh pakai sandal jepit atau pakaian yang terlalu santai. Soalnya, ini tempat resmi, bukan tempat nongkrong.
Kedua, wajib menjaga ketertiban selama persidangan berlangsung.
Dilarang berbicara keras, membuat keributan, atau mengganggu jalannya sidang.
Kalau melanggar, bisa diminta keluar dari ruang sidang. Duh, malu dong!
Baca Juga: Menang Praperadilan, Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar Gugur, Hakim Sebut Penetapan Tak Sah
Ketiga, penggunaan ponsel biasanya dibatasi.
Beberapa pengadilan melarang pengambilan foto atau video tanpa izin. Jadi, jangan asal rekam ya!
“Sidang terbuka untuk umum adalah bentuk transparansi, tapi tetap harus dijaga ketertibannya,” ujar salah satu praktisi hukum.
Selain itu, kapasitas ruang sidang juga jadi faktor.
Baca Juga: VIRAL Ngemis Tak Dikasih, Ibu Ini Ngamuk dan Rusak Dagangan Pedagang di Cibinong
Kalau ruang penuh, ya pengunjung lain harus menunggu atau tidak bisa masuk.
Jadi, datang lebih awal bisa jadi pilihan bijak.
Menariknya, banyak mahasiswa hukum atau masyarakat umum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung tentang proses peradilan.
Dari pembacaan dakwaan, pemeriksaan saksi, hingga putusan hakim semuanya bisa disaksikan secara langsung.
Kebayang kan, pengalaman ini bisa jadi wawasan baru yang nggak didapat dari sekadar baca buku?
Di sisi lain, keterbukaan sidang juga jadi bentuk kontrol sosial.
Masyarakat bisa melihat langsung bagaimana hukum ditegakkan, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan bisa meningkat.
Jadi ya, kalau kamu penasaran dengan dunia hukum, nggak ada salahnya sekali-kali datang ke pengadilan negeri dan menyaksikan sidang langsung.
Tapi ingat, tetap patuhi aturan yang ada. Soalnya, meski terbuka untuk umum, bukan berarti bebas tanpa batas.
Baca Juga: Pemkab Serang Alihkan Dana Rp3 Triliun ke Bank Banten, Termasuk Gaji ASN
Wah, ternyata dunia pengadilan nggak seseram yang dibayangkan ya.
Justru bisa jadi pengalaman yang membuka wawasan. Nah, tertarik coba?***

