POJOKSATU.id - Dalam menghadapi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meminta agar seluruh tenaga kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan dan tingkatan meningkatkan kewaspadaan.

Christine Indrawati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tanggal 8 Desember yang menekankan perlunya respons cepat terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Christine Indrawati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, mengimbau tenaga kesehatan untuk lebih waspada terhadap pasien gejala influenza.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak, Kemenkes RI Angkat bicara

Dalam pernyataannya kepada Kompas.com (12/12/2023), ia menyarankan pasien dengan gejala tersebut untuk menggunakan masker sesuai arahan Kemenkes.

Dalam langkah pencegahan, pasien dengan gejala mirip flu akan disarankan untuk menjalani tes Covid-19, meskipun bersifat opsional.

Tenaga kesehatan akan menawarkan tes tersebut kepada pasien, namun diakui sulit mendapatkan kesediaan pasien untuk menjalani tes swab.

Christine menegaskan bahwa selain itu, pihaknya sedang memastikan bahwa seluruh tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Blitar dilengkapi dengan perlindungan yang memadai untuk mengurangi risiko tertular Covid-19.

Baca Juga: Peringatan Kenaikan Kasus COVID-19 di Singapura dan Ancaman Varian EG.5, Protokol Kesehatan Harus Diperketat

Perlindungan tersebut meliputi penyediaan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan fasilitas cuci tangan.

"Kami juga akan memastikan bahwa semua tenaga kesehatan yang bekerja dalam kondisi sehat dan telah divaksin sesuai dengan ketentuan, baik dosis primer maupun dosis tambahan," ujarnya.

Christine juga menginformasikan bahwa saat ini mereka sedang memperbarui stok vaksin dengan mengambil 1.200 dosis vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. "Pada tanggal 12, hari ini, kami mengambil 1.200 vaksin ke Surabaya," katanya.

Stok vaksin tersebut tidak hanya akan digunakan untuk tenaga kesehatan, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Blitar memiliki cukup stok vaksin untuk melayani masyarakat.

"Semua puskesmas dapat memberikan vaksinasi Covid-19 secara gratis, tanpa biaya.
Jadi, warga masyarakat bisa datang ke puskesmas terdekat jika ingin divaksin," tambahnya.

Baca Juga: Limbah Medis COVID-19 Mencemari Lingkungan Laut, Berikut Metode Pengelolaan yang Tepat

Christine juga mencatat bahwa sejak terjadinya lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini, terjadi peningkatan permintaan vaksin di wilayah Kabupaten Blitar, meskipun tidak sebesar pada masa pandemi.

"Ada kenaikan permintaan vaksinasi dalam beberapa hari terakhir, sekitar belasan hingga puluhan per hari, meskipun tidak sebanyak pada masa pandemi yang mencapai ratusan per hari," jelasnya.

Meskipun masih terdapat kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut, Christine mengakui bahwa gejala yang dialami pasien saat ini tidak seberat masa pandemi.

"Dengan adanya herd immunity, tubuh kita kini mampu membentuk antibodi. Meskipun terdapat strain baru, gejalanya cenderung mirip flu dan tidak berat seperti pada masa pandemi," ungkapnya.***