POJOKSATU.id - Politik adalah dunia yang penuh dengan kejutan dan dinamika yang tak terduga.

Ungkapan 'Seni Kemungkinan' dalam dunia politik jadi representasi situasi "dalam politik, apapun bisa terjadi". Ini terjadi pada persaingan antara Demokrat dengan Nasdem.

Itu menjadi ungkapan yang paling sesuai untuk menggambarkan realitas politik kini yang berubah-ubah.

Menjelang Pemilu 2024, selalu ada cerita menarik yang penuh dengan intrik, taktik, dan perubahan tak terduga.

Baca Juga: FAKTA! Demokrat Dikepung 3 Koalisi Parpol Pendukung Pemerintah Usai Muhaimin Cawapres Anies, Sinyal Apa Ini?

Seperti baru-baru ini terjadi konflik dalam Koalisi Perubahan, Demokrat merasa dikhianati oleh Nasdem karena tanpa komunikasi tiba-tiba memilih Cak Imin menjadi Cawapres Anies Baswedan.

Mengapa dunia politik penuh ketidakpastian dan perubahan? Berikut ini jawabannya.

Politik adalah Seni Kemungkinan

John Kenneth Galbraith, seorang ekonom dan diplomat peraih Presidential Medal of Freedom pada tahun 2000 dari presiden Amerika Bill Clinton, adalah orang yang pertama kali mengatakan “Politik adalah seni kemungkinan”.

Ungkapan ini menunjukkan bahwa politik melibatkan kemampuan para aktor politik dalam memanfaatkan situasi yang ada untuk mencapai tujuan politiknya.

Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad, mengatakan bahwa peta politik yang terjadi di Indonesia hari ini semakin rumit.

Sebab itu, koalisi yang telah dibentuk oleh partai politik masih bisa pecah.

Karena itu, para aktor politik akan mencari banyak cara untuk mencapai kesepakatan demi tujuan politiknya.

Baca Juga: Dari Awal Ternyata AHY Bukan Pilihan Serius Cawapres Anies Baswedan, Incaran Nasdem Justru Kalangan Nahdiyin

Kepentingan dan Dinamika Kekuasaan

Harold Lasswell seorang Ilmuwan Politik Amerika menggambarkan politik sebagai proses perolehan, penggunaan, dan distribusi kepentingan dan kekuasaan dalam masyarakat.

Dia juga mengatakan bahwa politik adalah “siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana”.

Pernyataan ini melihat sebuah kompleksitas politik dan interaksi yang terjadi dalam proses pengambilan keputusan politik.

Ia juga tegaskan bahwa politik merupakan arena di mana berbagai kepentingan bersaing satu sama lain, semua dalam rangka mencapai dan mempertahankan kekuasaan.

Kompleksitas politik pada level nasional bisa dilihat dari isu yang sedang terjadi.

Isu “pengkhianatan” yang dilakukan oleh Nasdem kepada Demokrat membuat peta koalisi pada Pemilu 2024 berpotensi berubah.

Baca Juga: Prediksi Demokrat Pasca Muhaimin Iskandar Cawapres Anies Baswedan, AHY Berpeluang Cawapres Ganjar Pranowo

Direktur Eksekutif Paramadina Public Policy Institute Ahmad Khoirul Umam, mengatakan bahwa manuver setiap partai politik memperlihatkan agenda kepentingan politik tertentu.

Dalam politik, tidak ada yang pasti. Apapun bisa terjadi, dan inilah yang membuatnya menarik dan sering kali menantang.

Politik adalah arena di mana individu dan kelompok berjuang untuk memengaruhi arah dan kebijakan. Perubahan serta ketidakpastian adalah bagian alami dari proses politik.***