POJOKSATU.id - Beredar di media sosial sebuah video yang menampilkan rombongan mobil pejabat tidak mau berhenti saat melewati jalan rusak yang sedang didemo warga.

Diketahui, video itu direkam di Desa Kuro Tidur, Bengkulu Utara.

Dalam video yang diunggah ulang oleh akun instagram @folkshitt pada Jumat (13/10/2023), terlihat rombongan mobil pejabat itu melewati jalanan rusak yang penuh air.

Baca Juga: Bupati Jangan Baca Ini Soalnya Bikin 'Nyesek', Bila Anne Ke Lokasi Jalan Rusak Parah Ini Bakal 'Nyaleri Awak'

Di sisi jalan tersebut terlihat banyak warga sekitar yang berkerumun.

Bahkan, mereka memegang pancingan untuk menyindir pejabat tersebut tentang jalanan yang sudah rusak parah.

Diketahui tindakan tersebut dilakukan karena warga berdemo atas rusaknya Jalan Lintas Bengkulu Lebong.

Warga melakukan aksinya dengan berkumpul di sekitar jalan rusak.

Akibat tak kunjung diperbaiki, jalan rusak tersebut akhirnya tergenang oleh air.

Dalam rekaman video, terlihat 3 mobil dinas berwarna hitam melintas di jalan tersebut.

Baca Juga: Kesal Jalan Rusak, Warga Cimahi Kecamatan Campaka Ancam Demo Bupati Purwakarta

Bukannya turun dan berbicara dengan warga, rombongan mobil pejabat itu justru terus melaju tanpa menghiraukan keberadaan warga.

Sontak video ini membuat warganet geram dan membanjiri kolom komentar.

"Sedang menyindir, tapi yang disindir gak peduli. Karena apa? Iya betul, karena korupsinya lancar," tulis salah satu warganet.

"Kenapa gak ditaburin paku sih biar kempes pas di air," ujar warganet lainnya.

"Ajakin mancing sih harusnya biar gak mancing uang rakyat terus," timpal lainnya.

Baca Juga: Taufan Pawe Janji Informasi Warga Soal Jalan Rusak Bakal Ditindaklanjuti

"Uang jalan di korupsi, dan mereka masih melewati jalannya, kenapa gak naik heli aja," tulis lainnya.

"Minimal berhenti lah, tanya-tanya, ngobrol-ngobrol sama warga, mana pake mobil dinas," kata warganet.

Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa jalan itu adalah kewenangan Pemerintah Daerah dan permasalahan tersebut sudah direspon oleh pemda setempat.

Sementara itu, pemerintah Bengkulu Utara belum memberikan tanggapan terhadap permasalahan tersebut.***