POJOKSATU.ID - Hallo, perkenalkan saya Vina Oktaviani, lulusan dari Universitas Ibn Khaldun Bogor Tahun 2025 jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Disini saya bakal cerita sedikit mengenai perjalanan karier saya yang bisa sampai ke titik ini.
Mungkin kalian kenal saya sebagai seorang yang pendiam atau introvert bahasa gaulnya.
Tapi asal kalian tahu, setelah lulus saya daftar ke banyak perusahaan.
Banyak sekali lika-likunya, penuh rasa ragu, cemas, dan tentunya harapan.
Sebagai fresh graduate, saya sadar betul persaingan dunia kerja itu tidak mudah.
Baca Juga: QR Code Sebagai Solusi Praktis untuk Aktivitas Sehari-hari
Apalagi tanpa pengalaman kerja yang cukup. Saya sempat merasa minder, apalagi dengan kepribadian saya yang pendiam.
Namun, saya terus mencoba dan tidak berhenti melamar pekerjaan.
Momen Perdana Memasuki Dunia Kerja dan Awal Mula MagangHub
Pada akhirnya, saya menemukan postingan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengenai program MagangHub di sosial media.
Baca Juga: Aneh, Bus Transjakarta Tabrakan ‘Adu Kambing’ di Jalur Khusus Jembatan Layang Koridor Petukangan
Program ini membuka kesempatan bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional sekaligus uang saku.
Saya pantau terus informasinya, lalu memutuskan untuk mendaftar.
Awalnya, saya tidak tertuju di PT Pojok Satu Indonesia. Karena dalam batch pertama, peserta hanya bisa memilih tiga perusahaan.
Saya sempat mendaftar di perusahaan yang berada di luar Bogor.
Baca Juga: Warga Rengasdengklok Karawang Gagalkan Percobaan Curanmor, Satu Pelaku Ditangkap
Namun di hari terakhir pendaftaran, saya memutuskan untuk melihat-lihat lagi dan mencari yang lebih sesuai dengan jurusan saya.
Dan akhirnya saya menemukan PT Pojok Satu Indonesia. Perusahaan media digital yang fokus pada produksi artikel berita dan konten kreatif di daerah Bogor. Saya berpikir karena dekat jadi coba daftar deh.
Tanpa banyak berpikir, saya langsung memilih perusahaan tersebut sebagai salah satu pilihan.
Baca Juga: Memahami Dunia Media Digital di PT Pojoksatu Indonesia Melalui Program Magang Nasional MagangHub
Tidak menyangka juga bisa lolos dan keterima di perusahaan tersebut.
Rasanya campur aduk antara senang, tidak percaya, dan takut. Senang karena diterima, takut karena ini adalah pengalaman pertama saya benar-benar masuk ke dunia kerja profesional.
Tantangan Selama Magang di Dunia Media Digital
Awalnya selama saya magang, sedikit banyaknya saya ditempatkan di divisi kreator artikel.
Disini tantangannya benar-benar terasa. Saya sering melakukan kesalahan dalam menulis penggalan kalimat, membuat judul, hingga teknis penulisan sesuai standar media.
Setiap hari seperti ujian baru. Saya bahkan sempat berdoa semoga dipermudah menjalani magang di PT Pojok Satu Indonesia sampai selesai.
Karena jujur saja, tekanan di dunia media itu cukup terasa. Deadline ketat, revisi cepat, dan harus update dengan isu terkini.
Namun setelah satu bulan magang, saya mulai terbiasa menulis. Saya belajar memahami gaya penulisan yang sesuai dengan karakter media.
Baca Juga: Bangkit dari Lahan Tidur, Garitan Kalongliud Jadi Model Pertanian Sirkular Andalan ANTAM
Perlahan-lahan, tulisan saya semakin baik. Dari yang awalnya banyak revisi, kini mulai lebih rapi dan sesuai standar.
Saya juga belajar bahwa menulis di media bukan hanya soal merangkai kata, tapi juga soal tanggung jawab menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik.
Pertemanan yang Menguatkan
Seperti yang saya ceritakan di awal, saya ini introvert.
Baca Juga: Pemkab Karawang Buka Seleksi Direksi PD Petrogas 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Saya sempat takut tidak punya teman atau hanya punya sedikit teman. Tapi ternyata ketakutan itu tidak terjadi.
Di PT Pojok Satu Indonesia, saya justru punya banyak teman yang baik-baik, baik dari Bogor maupun luar Bogor.
Terutama di divisi Creator Artikel ada Silva, Vidya, Pasha, Yuli, Trea, Dea, Mamong, Nadhive, Panggah, dan Dapid.
Baca Juga: PPPK Merasa Mirip Honorer, Apalagi Paruh Waktu! Gaji Lebih Kecil, Status Tak Jelas
Mereka semua asyik banget dan saling membantu.
Kami sering tukar informasi, berdiskusi soal artikel, bahkan saling menyemangati saat ada revisi.
Lingkungan kerja yang suportif ini sangat membantu saya berkembang. Tidak ada rasa saling menjatuhkan, yang ada justru kolaborasi.
Saya juga mempunyai mentor yang baik dan asyik, yaitu Pak Guruh.
Beliau sabar membimbing, memberikan arahan, dan tidak pernah bosan mengoreksi kesalahan kami.
Baca Juga: Resmikan 41 SPPG NU, Gus Yahya Tegaskan Komitmen Jaga Gizi Santri, Bidik 1.000 Dapur MBG
Dari beliau, saya belajar disiplin, konsistensi, dan cara berpikir kritis dalam membuat konten.
Benefit Selama Magang, Bukan Sekadar Pengalaman
Siapa sih yang tidak tertarik magang dapat benefit, apalagi uang saku.
MagangHub dari Kemenaker ini menurut saya keren banget karena bisa memberikan uang saku kepada seluruh peserta magang.
Baca Juga: Ekowi Desak Presiden Alihkan Guru PPPK Jadi PNS, Sentil Soal Pensiun 'Hanya Ucapan Terima Kasih?'
Bagi saya pribadi, ini sangat berarti. Setelah lulus, saya punya uang pegangan sendiri. Bahkan bisa sedikit membantu orang tua.
Terima kasih kepada pihak Kemenaker dan semua yang terlibat dalam program ini sehingga lulusan baru seperti saya punya kesempatan berkembang.
Namun lebih dari sekadar uang saku, benefit terbesar adalah pengalaman.
Baca Juga: Resmi Dibuka! 92 Posisi Mutasi ASN PNS ke SMA Garuda Baru, Daftar Sebelum 5 Maret 2026
Saya belajar budaya kerja, manajemen waktu, komunikasi tim, hingga membangun kepercayaan diri.
Makna Pengalaman dan Pertumbuhan Diri
Sekarang sudah memasuki bulan keempat saya magang di PT Pojok Satu Indonesia.
Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Mulai dari penulisan artikel, turun lapangan membuat konten, hingga memahami proses produksi media dari balik layar.
Saya merasa diri saya yang dulu berbeda dengan sekarang. Dulu takut mencoba, sekarang lebih siap menghadapi tantangan.
Magang ini bukan hanya tentang bekerja, tapi juga tentang bertumbuh. Saya bisa mengembangkan diri dan kompetensi yang saya punya.
Baca Juga: Dana BOSP Mau Dipakai Gaji PPPK Paruh Waktu? Pemkab Bandung Minta Regulasi Pusat Diubah!
Dari yang awalnya hanya teori di bangku kuliah, kini saya benar-benar praktik di dunia nyata.
Saya belajar bahwa setiap kesalahan adalah proses. Setiap revisi adalah pembelajaran. Dan setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Langkah Awal Menuju Dunia Kerja Sesungguhnya
Pengalaman magang di PT Pojok Satu Indonesia melalui program MagangHub Kemnaker menjadi gerbang awal karier profesional saya.
Baca Juga: Isu MBG Dibagikan Saat Sahur Bikin Gaduh! BGN Turun Tangan Luruskan Fakta Sebenarnya
Dari seorang lulusan baru yang penuh keraguan, kini saya lebih siap menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
Lingkungan kerja yang suportif, mentor yang membimbing, serta kesempatan untuk terus belajar membuat saya semakin percaya diri.
Program MagangHub bukan hanya membuka peluang, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan kerja bagi generasi muda.
Baca Juga: enis Kurma Paling Populer dan Kandungannya, Dari Ajwa sampai Medjool si Raja Kurma
Bagi kalian yang masih ragu untuk mencoba, jangan takut. Setiap perjalanan karier memang tidak selalu mulus, tapi dari situlah kita belajar.
Saya yang introvert saja bisa bertumbuh dan berkembang, apalagi kalian yang punya semangat besar.
Semoga cerita ini bisa menjadi motivasi untuk teman-teman lulusan baru agar tidak menyerah mengejar kesempatan.
Karena bisa jadi, satu keputusan kecil hari ini akan menjadi langkah besar untuk masa depan nanti.***

