POJOKSATU.id - Ratusan korban investasi ilegal dari beberapa perusahaan, termasuk Indosurya, Net89, Wanartha, Minnapadi, dan Narada, menggelar aksi demonstrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Kamis, 25 April 2024.

Mereka menuntut penanganan yang lebih tegas terhadap kasus-kasus tersebut terutama terkait hilangnya aset yang disita dari beberapa perusahaan dan keberhasilan beberapa bos investasi ilegal melarikan diri.

Alvin Lim, pengacara dari LQ Indonesia Lawfirm mengatakan protes ini dipicu oleh ketidakpuasan para korban terhadap penanganan proses hukum di Tim Penyidik Pidana Khusus (Tipideksus). Mereka juga menuntut agar Direktur Tipideksus dicopot karena dianggap tidak kompeten.

Baca Juga: Polres Tanah Karo Tangkap Wanita Terduga Pelaku Investasi Bodong Rp95 Juta di Kota Bandung

"Pertama, hilangnya banyak aset sitaan dari Indosurya. Kedua, banyaknya bos investasi bodong yang kabur, seperti Suwito Ayub dari Indosurya, Andreyanto dan Samuel Liauw dari Net89, serta Evelina Petruscha dari Wanartha," kata dia.

Selain itu, Lim menduga adanya manipulasi dalam kasus ini dan mendesak agar pemerintah mengambil tindakan yang tegas.

"Lepasnya tujuh tersangka kasus Net89 yang berhasil menang Praperadilan, menunjukkan adanya kekurangan dalam proses penyidikan di Tipideksus. Kami menuntut agar Direktur Tipideksus segera dicopot karena tidak kompeten," ucap dia.

Lim menambahkan ia telah melaporkan Whisnu Hermawan ke SPKT Propam Mabes dengan nomor aduan #SPSP2/001660/IV/2024/BAGYANDUAN tanggal 19 April 2024.

Baca Juga: Pengacara Alvin Lim Laporkan Penyidik Dirtipideksus Mabes Polri

Dalam aksi demonstrasi ini, terlihat banyak juga emak-emak yang hadir sebagai korban kasus investasi ilegal, menyampaikan harapan agar kasus tersebut diusut tuntas oleh kepolisian.

Salah satu ibu korban investasi ilegal, Tessa, menyatakan harapannya agar kasus ini dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.

'Kita berharap kasus ini bisa diusut oleh kepolisian. Kami juga mengharapkan pada pak Lim selalu sehat sehingga pak Lim bisa membantu kita untuk melestarikan kasus ini. Kita do'akan semoga pak Lim aman-aman saja,"

Para ibu korban berkumpul dengan harapan bahwa pengacara mereka, Lim, dapat membantu menyelesaikan kasus ini dengan baik.***