POJOKSATU.id - Figur ekonom teknokrat kembali mengisi lingkaran penting pemerintahan.
Juda Agung, sosok yang sudah tiga dekade berkarier di Bank Indonesia (BI).
Menjadi perhatian publik setelah menguat sebagai nama terdepan untuk menduduki kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 5 Febuari 2026.
Baca Juga: Purbaya Bikin Heboh Lagi, Kini Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Sesuai Janji, Tapi Sebut ‘Lumayan Lah’!
Rekam jejaknya menunjukkan perjalanan panjang yang konsisten di jalur kebijakan moneter, riset ekonomi, hingga peran strategis di lembaga internasional.
Juda Agung memulai kariernya sebagai peneliti ekonomi di BI. Ia terlibat dalam berbagai kajian moneter dan stabilitas keuangan yang menjadi fondasi kebijakan nasional.
Dari ruang riset, kariernya meningkat hingga dipercaya memimpin Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, unit yang berperan merumuskan arah kebijakan suku bunga, inflasi, dan stabilitas makro.
Baca Juga: Lengkap! Harga Tiket Kereta dari Stasiun Bogor ke Berbagai Tujuan, Mulai Ribuan Rupiah
Namanya semakin menonjol ketika ia diangkat sebagai Asisten Gubernur BI yang membawahi sektor kebijakan makroprudensial dan stabilitas sistem keuangan.
Di posisi ini, Juda dipercaya mengawal penguatan ketahanan industri keuangan domestik terutama pada masa tekanan ekonomi global.
Puncak kariernya di BI hadir saat ia dilantik menjadi Deputi Gubernur BI pada 2022. Namun, ia kemudian mengajukan pengunduran diri pada Januari 2026.
Baca Juga: Purbaya Bikin Heboh Lagi, Kini Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Sesuai Janji, Tapi Sebut ‘Lumayan Lah’!
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat perpindahan peran ke sektor fiskal, seiring kebutuhan pemerintah untuk menghadirkan figur teknokrat berpengalaman di Kementerian Keuangan.
Selain rekam jejak domestik, Juda memiliki pengalaman penting di kancah global.
Ia pernah menjabat Direktur Eksekutif IMF di Washington DC, mewakili Indonesia dalam forum kebijakan keuangan internasional.
Pengalamannya di lembaga tersebut memperkuat kapasitasnya dalam memahami risiko ekonomi global dan koordinasi kebijakan lintas negara.
Sejumlah pengamat menilai bahwa kombinasi pengalaman moneter, riset kebijakan, serta wawasan internasional membuat Juda Agung menjadi figur yang tepat untuk memperkuat sinergi fiskal moneter pemerintah saat ini.
Baca Juga: Purbaya Bikin Heboh Lagi, Kini Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Sesuai Janji, Tapi Sebut ‘Lumayan Lah’!
Apalagi, posisi Wamenkeu memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas APBN, pembiayaan negara, dan arah kebijakan ekonomi nasional.
Dengan latar belakang tersebut, pelantikan Juda Agung sebagai Wamenkeu dinilai bukan sekadar rotasi jabatan.
Melainkan penempatan figur teknokrat yang telah teruji mengawal stabilitas ekonomi Indonesia.***

